Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) yang juga Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno mengungkapkan proses BPD menuju open banking adalah sebuah revolusioner. Hal tersebut ia ungkapkan lantaran transformasi BPD dari digital banking tidak mudah.
Meski demikian, jika BPD mampu melakukan transformasi dari tradisional banking menjadi digital banking di era open banking ini, BPD bisa membentuk suatu ekosistem bisnis yang tidak hanya antar BPD tapi juga dengan BPR dan bank nasional serta fintech.
Baca juga: BPD dan Bank Swasta Bisa Dapat Penempatan Dana Pemerintah
“Kami di daerah mempunyai captive market ASN, pensiunan, di samping itu kita juga memiliki corporate customer yaitu pemda-pemda khususnya kabupaten kota. Oleh karena itu kalau kita bisa bawa ini ke depan maka akan tercipta sebuah ekosiatem dimana tidak hanya satu BPD tapi semua BPD, juga dengan BPR khususnya pemain -pemain daerah dan bank nasional masuk bersama sama di dalam open banking, bekerja sama dengan fintech,” kata Supriyatno dalam webinar Infobank bertajuk 'Traditional Bank Vs Challanger Banks in The Era Of Open Banking', Selasa (29/9).
Supriyatno juga mengungkapkan ada hal yang menjadi pondasi dasar bagi bank pembangunan daerah (BPD) untuk mempercepat langkah aklerasi digital pebankan.
Menurut pria yang akrab disapa Nano ini, aklerasi digital bank khususnya bank daerah tidak lepas dari bagaimana bank dalam membangun dua hal yaitu, perbaikan proses bisnis atau business process improvement dan peningkatan layanan produk atau product service enhancement.
Melalui peningkatan proses bisnis maka kita bisa mengoptimalkan cost untuk membangun bisnis yang maksimal. Sedangkan peningkatan layanan produk akan menjadi revenue driven melalu ekspansi penjualan.
Setelah kedua proses itu sudah cukup baik maka menurut Supriyatno, baru bank akan dapat masuk ke open banking atau digital business platform.
“Open banking hanya bisa terbentuk khususnya di daerah kalau pondaai pondasi di bawah ini (business process improvement dan product service enhancement) sudah settle atau mapan,” pungkasnya. (Des/A-1)
OJK mencatat ketahanan permodalan berada pada level yang sangat kuat, memberikan ruang ekspansi sekaligus bantalan risiko yang memadai
Pentingnya penerapan prinsip pengenalan nasabah yang mendalam.
KEPALA Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae menegaskan kinerja intermediasi perbankan tetap tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga.
Bank Mandiri menilai perpanjangan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) oleh Kementerian Keuangan dapat memperkuat likuiditas perbankan.
Di tengah persaingan industri perbankan yang semakin kompetitif, program loyalitas menjadi salah satu strategi utama untuk mempertahankan dana pihak ketiga.
Meningkatnya ancaman kejahatan daring seperti phishing, social engineering, dan serangan siber lainnya mendorong perusahaan perbankan untuk terus memperkuat sistem keamanannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved