Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
KEHADIRAN program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) diharapkan bisa kembali membangkitkan gairah sektor properti di Tanah Air. Apalagi, program ini tak hanya menghadirkan solusi untuk pemenuhan kebutuhan rumah bagi masyarakat, tetapi juga memberikan multiplier effect pada sektor lain.
“Penyaluran manfaat pembiayaan perumahan bagi peserta program Tapera diharapkan dapat ikut menggerakkan ekonomi nasional dengan memberikan efek berganda (multiplier effect) setidaknya bagi 140 industri ikutan, seperti material bahan bangunan, genting, semen, paku, besi, kayu, dan industri lainnya,” ucap Komisioner Badan Pengelola (BP) Tapera Adi Setianto dalam diskusi virtual 75 Tahun Indonesia, di Jakarta, baru-baru ini.
Adi mengungkapkan kehadiran BP Tapera bisa jadi solusi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang saat ini belum memiliki rumah. Tanpa kehadiran BP Tapera, masyarakat yang tergolong MBR harus bertahun-tahun menabung hanya untuk memenuhi uang muka atau down payment (DP) pembelian rumah. Dengan menjadi peserta BP Tapera, hanya butuh waktu setahun menabung, mereka sudah bisa memiliki rumah impian mereka.
“Dengan kemampuan daya beli dan menabung saat ini, masyarakat yang gajinya di bawah Rp5 juta tidak dapat mengejar harga rumah yang meningkat setiap tahunnya. Namun, dengan menjadi peserta Tapera, dapat berkesempatan memiliki hunian layak,” kata dia.
BP Tapera juga tidak hanya menjamin pesertanya yang berkategori MBR memiliki rumah, tetapi kualitas dari rumah yang dibeli juga terjaga. Hal ini bisa dilakukan karena BP Tapera bekerja sama dengan pengembang yang berkualitas dan memiliki kinerja baik. “Peserta BP Tapera juga dimanjakan dengan suku bunga yang rendah,” tuturnya.
Di sisi lain, bagi peserta BP Tapera yang sudah memiliki tanah, juga bisa mengajukan permohonan untuk pembangunan rumah, sedangkan bagi peserta BP Tapera yang sudah memiliki rumah, ada juga program atau layanan renovasi rumah.
Terkait dengan dana peserta yang ditabung di BP Tapera, pihaknya memastikan keamanannya. Selain setiap peserta memiliki rekening masing-masing yang tercatat di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), BP Tapera akan transparan mengenai investasi yang dilakukan terhadap dana Tapera.
“Pemanfaatan dana Tapera juga dilakukan melalui manajer investasi yang kredibel. Semua proses dana Tapera mulai pengerahan, pemupukan, dan pemanfaataan akan dilakukan dengan transparan dan sangat hati-hati. Ini dilakukan untuk menjamin keamanan dana peserta,” tegas Adi.
Mudahkan MBR
Perencana Keuangan Aidil Akbar mengapresiasi kehadiran BP Tapera karena membuat masyarakat tidak perlu lagi menabung dalam jangka waktu lama untuk membayar DP rumah.
Dia sependapat, untuk investasi di sektor properti, seseorang harus dipaksa. Dengan kondisi itu, kehadiran BP Tapera yang sifatnya wajib akan selaras dengan prinsip investasi pada sektor properti. “Apalagi tabungan wajibnya atau iurannya hanya 3% sebulan. Jadi ini sangat memudahkan masyarakat untuk menabung,” pungkasnya.
Seperti diketahui, BP Tapera ditargetkan dapat menyalurkan pembiayaan perumahan sebanyak 75 ribu unit pada 2021. Hal itu tertulis dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. (S-3)
Kementerian PKP segera terbitkan Kepmen rusun subsidi Januari 2026. Aturan mencakup penyesuaian harga dan skema FLPP untuk atasi backlog perkotaan.
Mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah, ratusan calon pengembang baru dilatih intensif oleh praktisi dan pemerintah di Cileungsi, Bogor.
FLPPÂ tahun 2025 mencapai 278.868 unit rumah senilai Rp34,64 triliun. Ini menjadi realisasi tertinggi sepanjang sejarah sejak program ini dimulai pada 2010.
BTN mendominasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sepanjang 2025.
Pemerintah menaikkan target penyaluran FLPPÂ pada 2026 menjadi 285.000 unit rumah subsidi dengan kebutuhan dana mencapai Rp37,1 triliun.
Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menyatakan mutu rumah subsidi yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) menunjukkan tren perbaikan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved