Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITI Independen Core (Center of Reform on Economics) Indonesia Piter Abdullah menilai pandemi covid-19 menyebabkan terjadinya hambatan pada cash flow di sektor usaha. Hal ini nantinya bisa berakibat pada lonjakan kredit macet yang menjadi salah satu penyebab krisis ekonomi.
Menurut Piter, saat ini telah terjadi pembatasan akitivitas sosial ekonomi yang secara langsung berdampak pada aktivitas usaha terbatasi, bahkan terhenti. Hal itu menyebabkan penerimaan atau cash inflow pada sektor usaha kurangi atau terhenti, di sisi lain pengeluaran terus berjalan. Baik untuk membayar sewa gedung, membayar pegawai maupun membayar utang seperti cicilan pokok dan bunga utang.
"Inilah yang saya sebut cashflow defisit, penerimaannya berkurang atau berhenti sementara di sisi lain pengeluaran masih tetap tinggi," ungkapnya dalam Forum Diskusi Salemba ILUNI UI secara daring, Rabu (16/9).
Baca juga: Cegah Kredit Macet, Fintech Manfaatkan Pusdafil
Menurut Piter, umumnya sektor usaha akan melakukan kebijakan mengurangi pengeluaran, yang bisa dilakukan pastinya mengurangi pegawai entah dengan merumahkan atau PHK.
Hal inilah yang dikatakan Piter tengah terjadi pada sektor riil, di mana salah satu ketahanan cash flow yaitu beban bunga, beban pembayaran cicilan bunga dan pokok jika terganggu berpotensi membuat kredit macet di sektor keuangan atau perbankan.
"Jadi apa yang terjadi, tekanan di sektor riil akan bergerak merambat di sektor keuangan. Inilah yang kita khawatirkan. Kalau ini terjadi, kredit macetnya melonjak, sedangkan sektor keuangan tidak mampu, maka kita akan mengalami krisis sektor keuangan yang menjadi krisis ekonomi. Itulah yang terjadi pada 1998," tuturnya.
Meskipun pemicunya berbeda, tahun 1998 krisis disebabkan oleh nilai tukar dan saat ini penyebabnya adalah pandemi covid-19. Namun, Piter menganggap alur yang terjadi memiliki kemiripan.
"Alurnya itu sama, menghantam sektor dunia usaha lalu masuk ke sektor keuangan melalui lonjakan kredit macet," pungkasnya.(OL-5)
Kebutuhan masyarakat terhadap akses kredit digital yang cepat, mudah, dan terjangkau terus meningkat, terutama di luar kota-kota besar.
Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan besar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM dan generasi muda.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat kelas menengah masih membutuhkan dukungan kebijakan.
Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Hery Gunardi mengungkapkan fasilitas pinjaman perbankan yang belum ditarik atau undisbursed loan masih cukup tinggi.
Ia menegaskan Bank Jakarta menyambut peluang penempatan dana berikutnya dari pemerintah pusat.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan tambahan penempatan dana pemerintah di bank Himbara cukup menjaga likuiditas dan transmisi kredit yang optimal.
UNITED Nations Global Compact merupakan inisiatif PBB yang mendorong perusahaan di seluruh dunia untuk menerapkan praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Di HARRIS Sentul City Bogor, perusahaan dapat memanfaatkan lapangan luas yang dirancang untuk mendukung berbagai aktivitas team building secara nyaman dan menyenangkan.
Kesadaran akan pentingnya kesiapan data mulai muncul di seluruh spektrum perusahaan, baik skala besar maupun menengah.
PERUSAHAAN aset kripto Indodax menjalin kolaborasi dengan restoran cepat saji KFC Indonesia.
Harumanis Sinergi Utama meresmikan operasionalnya dan memperkenalkan ke publik sebagai salah satu promotor baru, konser diva
AI bukan sekadar implementasi teknologi baru, melainkan membutuhkan kesiapan mendasar mulai dari data, keamanan, jaringan, hingga SDM yang kompeten.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved