Rabu 09 September 2020, 15:07 WIB

Staf Presiden Dukung Pengembangan Pekarangan Lestari Kementan

mediaindonesia.com | Ekonomi
Staf Presiden Dukung Pengembangan Pekarangan Lestari Kementan

Ist
Deputi III Kantor Staf Presiden, Panutan Sulendrakusuma, saat berkunjung ke Kelompok Wanita Tani (KWT) Sumber Rejeki di Cirebon, Jabar.

 

MEMANFAATKAN lahan pekarangan menjadi salah satu upaya strategis Kementerian Pertanian (Kementan) dalam penyediaan pangan di era new normal.

Hal tersebut seringkali diutarakan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam berbagai kesempatan. Melalui kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L), diharapkan ketahanan pangan tetap terjaga di tengah kondisi pandemi yang berdampak pada perekonomian.

Hal itu juga didukung Deputi III Kantor Staf Presiden (KSP), Panutan Sulendrakusuma, saat berkunjung ke Kelompok Wanita Tani (KWT) Sumber Rejeki di Desa Budur, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Selasa (8/9). 

"Setelah melihat pekarangan pangan di sini, sayuran dan sumber proteinnya juga bagus, saya optimis ke depan kalau kita kelola dengan baik kita tidak akan kekurangan pangan," ujar Panutan. 

Panutan juga mengatakan, pihaknya mendorong pemanfaatan pekarangan sebagai upaya menjaga ketahanan pangan. 

"Kami di KSP, mempunyai tugas mengendalikan program prioritas nasional salah satunya ketahanan pangan. Jadi kami ikut memantau, dan kalau misalnya ada kendala kami turut membantu," ungkap Panutan. 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kementan, Agung Hendriadi mengatakan, pekarangan sangat potensial untuk dimanfaatkan sebagai sumber pangan bagi keluarga dan juga sebagai sumber pendapatan. 

"Pemerintah menyadari betul P2L sangat membantu di saat kondisi sekarang ini dimana kondisi perekonomian menurun, sementara kita perlu makan yang sehat, beragam, berkualitas, yang dapat dipenuhi dari pekarangan," ujar Agung. 

Sementara itu, Ketua KWT Sumber Rejeki, Ernawati, mengungkapkan bahwa bantuan pemanfaatan pekarangan sangat berarti bagi kelompok untuk berkembang. Dia menggunakan irigasi kapiler, yaitu model budidaya tanaman dalam polybag atau wadah yang diberi akses air terus menerus melalui kapiler berbahan kain flanel. 

"Dengan kapiler ini menghemat biaya, kami tidak perlu lagi membayar biaya listrik seperti pada sistem hidroponik," jelas Ernawati. 

Sistem kapiler ini juga diintegrasikan dengan budidaya ikan sehingga selain memproduksi sayuran, pada saat yang sama juga kebutuhan protein hewani terpenuhi. 

Di demplot KWT ini aneka sayuran ditanam seperti kangkung, pokcay, seledri, terong, dan cabai. Erniwati mengakui dia dan kelompoknya dapat menghemat pengeluaran hingga 30 ribu rupiah per hari. "Dari pekarangan ini kebutuhan sayuran kami bisa terpenuhi dan tidak lagi harus belanja ke pasar," bebernya. 

Bahkan produk sayuran dari kelompok ini juga sudah dijual ke para pedagang sayur, juga masyarakat yang membeli langsung ke kelompok.

Agung meminta agar dinas pangan setempat  mengembangkan pemasaran produk hasil P2L. "Dua hal yang harus diperhatikan, yaitu kualitas produk dan kontinuitasnya. Karena itu, saya minta Pak Kadis untuk mengembangkan pemasaran dari produk P2L ini," tegasnya. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Cirebon, Muhidin, yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan kesiapannya untuk mendorong pengembangan P2L.

"Kita dorong pengembangan P2L ini agar masyarakat mendapat tambahan penghasilan dari pekarangan, sehingga meningkatkan kesejahteraan," ujar Muhidin. (OL-09)

Baca Juga

Antara/Muhamamd Iqbal

Kendaraan Tanpa Awak bakal Jadi Transportasi Utama di IKN

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 21:30 WIB
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bambang Susantono menuturkan, kendaraan otonom (autonomous vehicle) itu akan menjadi bagian...
Antara/Syifa Yulinnas

Keran Ekspor CPO Dibuka, Petani Harapkan Harga TBS yang Pantas

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 20:45 WIB
Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Gulat Manurung mengharapkan minggu depan ada kenaikan angka BTS di atas Rp1.000...
Ist

Asya Hadirkan Hunian Mewah Bertema Post-Pandemic

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 18:27 WIB
Rumah mengangkat konsep Tropical Modern ramah lingkungan dan didesain untuk menjawab kebutuhan hunian di era new...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya