Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMANFAATKAN lahan pekarangan menjadi salah satu upaya strategis Kementerian Pertanian (Kementan) dalam penyediaan pangan di era new normal.
Hal tersebut seringkali diutarakan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam berbagai kesempatan. Melalui kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L), diharapkan ketahanan pangan tetap terjaga di tengah kondisi pandemi yang berdampak pada perekonomian.
Hal itu juga didukung Deputi III Kantor Staf Presiden (KSP), Panutan Sulendrakusuma, saat berkunjung ke Kelompok Wanita Tani (KWT) Sumber Rejeki di Desa Budur, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Selasa (8/9).
"Setelah melihat pekarangan pangan di sini, sayuran dan sumber proteinnya juga bagus, saya optimis ke depan kalau kita kelola dengan baik kita tidak akan kekurangan pangan," ujar Panutan.
Panutan juga mengatakan, pihaknya mendorong pemanfaatan pekarangan sebagai upaya menjaga ketahanan pangan.
"Kami di KSP, mempunyai tugas mengendalikan program prioritas nasional salah satunya ketahanan pangan. Jadi kami ikut memantau, dan kalau misalnya ada kendala kami turut membantu," ungkap Panutan.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kementan, Agung Hendriadi mengatakan, pekarangan sangat potensial untuk dimanfaatkan sebagai sumber pangan bagi keluarga dan juga sebagai sumber pendapatan.
"Pemerintah menyadari betul P2L sangat membantu di saat kondisi sekarang ini dimana kondisi perekonomian menurun, sementara kita perlu makan yang sehat, beragam, berkualitas, yang dapat dipenuhi dari pekarangan," ujar Agung.
Sementara itu, Ketua KWT Sumber Rejeki, Ernawati, mengungkapkan bahwa bantuan pemanfaatan pekarangan sangat berarti bagi kelompok untuk berkembang. Dia menggunakan irigasi kapiler, yaitu model budidaya tanaman dalam polybag atau wadah yang diberi akses air terus menerus melalui kapiler berbahan kain flanel.
"Dengan kapiler ini menghemat biaya, kami tidak perlu lagi membayar biaya listrik seperti pada sistem hidroponik," jelas Ernawati.
Sistem kapiler ini juga diintegrasikan dengan budidaya ikan sehingga selain memproduksi sayuran, pada saat yang sama juga kebutuhan protein hewani terpenuhi.
Di demplot KWT ini aneka sayuran ditanam seperti kangkung, pokcay, seledri, terong, dan cabai. Erniwati mengakui dia dan kelompoknya dapat menghemat pengeluaran hingga 30 ribu rupiah per hari. "Dari pekarangan ini kebutuhan sayuran kami bisa terpenuhi dan tidak lagi harus belanja ke pasar," bebernya.
Bahkan produk sayuran dari kelompok ini juga sudah dijual ke para pedagang sayur, juga masyarakat yang membeli langsung ke kelompok.
Agung meminta agar dinas pangan setempat mengembangkan pemasaran produk hasil P2L. "Dua hal yang harus diperhatikan, yaitu kualitas produk dan kontinuitasnya. Karena itu, saya minta Pak Kadis untuk mengembangkan pemasaran dari produk P2L ini," tegasnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Cirebon, Muhidin, yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan kesiapannya untuk mendorong pengembangan P2L.
"Kita dorong pengembangan P2L ini agar masyarakat mendapat tambahan penghasilan dari pekarangan, sehingga meningkatkan kesejahteraan," ujar Muhidin. (OL-09)
Salah satu media daring yang berfokus pada pemberitaan agribisnis, yakni Panen News merayakan hari jadinya yang ke-6 dengan menggelar Panen Fest 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.
PT Pupuk Indonesia (Persero) melibatkan ribuan inovator dari dalam dan luar negeri untuk mendorong transformasi pertanian nasional melalui penyelenggaraan FertInnovation Challenge 2025.
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat penyerapan tenaga kerja nasional menunjukkan tren membaik pada November 2025.
Fastrex hadir sebagai solusi atas sulitnya mobilisasi hasil panen di medan yang sering kali memiliki kontur tanah tidak rata.
PENYALURAN pupuk bersubsidi dan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) hingga perbaikan sistem irigasi, dianggap menjadi fondasi penting dalam transisi pertanian.
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan pengelolaan komoditas hortikultura melalui program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.
Dibentuknya KWT ini bisa meningkatkan perekonomian keluarga melalui pekarangan.
Dampak krisis ekonomi global sudah mulai dirasakan saat ini.
Pengembangan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) diinisiasi Balai Pelatihan Pertanian dan Perkebunan NTB selaku Provincial Project Implementation Unit (PPIU) dari Program SIMURP
Bacapres Ganjar Pranowo menyatakan setiap keluarga Indonesia mempunyai hak untuk bisa mewujudkan kedaulatan pangan. Hal itu disampaikan Ganjar usai berkunjung ke Taman Agro Eduwisata
Melalui ilmu dan pendekatan yang tepat, pekarangan bisa menjadi sarana pengungkit ekonomi keluarga, sekaligus pencapaian lingkungan yang nyaman
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved