Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
KELOMPOK nelayan di Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh, mengaku mulai merasakan manfaat dari program konservasi terumbu karang yang dilaksanakan Pusong Dive Club (PDC), sebuah komunitas selam yang mempunyai visi dan misi pada kecintaan lingkungan khususnya kawasan laut dan pesisir.
“Yang saya rasakan jarak tempuh untuk mencari ikan menjadi dekat sehingga bahan bakar bisa dihemat. Kalau dulu butuh empat jeriken, kini cukup satu jeriken sudah bisa mendapat ikan,” kata Ajuwir, salah seorang nelayan Susoh, melalui telekonferensi.
Ia mengaku dengan adanya terumbu karang itu, hasil tangkapan rata-rata nelayan di Susoh meningkat 30% sampai 40%.
Ketua PDC Erijal mengatakan program konservasi terumbu karang tersebut bertujuan melindungi, merehabilitasi, dan memanfaatkan ekosistem terumbu karang dan ekosistem terkait lainnya secara berkelanjutan. Harapan mereka upaya itu juga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar ekosistem melalui penguatan kapasitas pengelolaan sumber daya laut.
“Sejak 2018, kami bekerja sama dengan PT Mifa Bersaudara, yang merupakan anak usaha PT ABM Investama Tbk, mengerjakan program konservasi terumbu karang ini. Kami berharap kegiatan yang banyak memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat nelayan ini mendapat dukungan yang lebih luas baik dari pemerintah maupun swasta,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyatakan dukungannya pada setiap usaha konservasi terhadap terumbu karang. Suharso menerangkan terumbu karang (coral reef) yang sehat tidak hanya menyangkut aspek kelestarian lingkungan, tetapi juga mampu menjadi solusi dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional di masa pandemi. (Ant/E-2)
Studi terbaru mengungkap evolusi biofluoresensi pada ikan sejak zaman kuno. Ternyata, terumbu karang mempercepat kemunculan "neon" alami ini.
Dari perairan yang sempat minim kehidupan, terumbu karang kini kembali berwarna dan mangrove tumbuh semakin kokoh di pesisir Desa One Ete dan Pulau Bapa, Kabupaten Morowali. Rehabilitasi
Ilmuwan temukan fakta mengejutkan dari fosil telinga ikan: rantai makanan terumbu karang menyusut drastis akibat aktivitas manusia. Simak dampaknya!
KECERDASAN buatan (AI) kini melampaui sekadar asisten digital atau pengolah teks.
Kerentanan di perairan Raja Ampat salah satunya karena ketidakakuratan peta navigasi elektronik global (ENC) yang sering gagal memotret profil terumbu karang yang dinamis.
Studi terbaru mengungkap terumbu karang bertindak sebagai "konduktor" yang mengatur ritme harian mikroba laut, melampaui perubahan musiman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved