Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo meluncurkan program Bantuan Presiden (Banpres) Produktif untuk usaha mikro.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki berharap bantuan modal kerja sebesar Rp 2,4 juta bisa membantu usaha mikro. Sehingga, cepat pulih dari dampak pandemi covid-19.
"Diharapkan pelaku usaha mikro yang unbankable dapat menambah program kerja dan melanjutkan usahanya. Terlebih, dapat meningkatkan inklusi keuangan dengan dibukanya rekening bagi pelaku usaha mikro," ujar Teten dalam peluncuran Banpres Produktif di Jakarta, Senin (24/8).
Baca juga: Bisnis Hotel Terdampak Pandemi, Sahid Group Jual Lele Beku
Banpres Produktif merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), yang bertujuan membantu pelaku usaha mikro di tengah pandemi. Sasarannya ialah pelaku usaha mikro dan kecil yang belum memiliki akses kredit. Dalam program ini, pemerintah menargetkan 12 juta pelaku usaha.
Pada tahap awal, bantuan modal dibagikan kepada 1 juta pelaku usaha melalui dua bank BUMN, yakni BRI dan BNI. Rinciannya, BRI menyalurkan kepada 683 ribu penerima manfaat dengan total nilai Rp 1,64 triliun. Adapun BNI menyalurkan kepada 316 ribu penerima manfaat dengan total penyaluran Rp 760 miliar.
Baca juga: Anggaran Subsidi Bunga KUR Super Mikro Capai Rp760 Miliar
"Hingga 19 Agustus 2020, Banpres Produktif telah disalurkan di 34 provinsi untuk 1 juta penerima manfaat pada tahap awal. Dengan total yang tersalurkan mencapai Rp2,4 triliun," jelas Teten.
Selanjutnya, pemerintah menargetkan penyaluran terhadap 9,1 juta peneriman manfaat hingga September. Adapun total anggaran sebesar Rp 22 triliun.
"Sebelum akhir September, ditargetkan penerima sebanyak 9,1 juta pelaku usaha. Sisanya menyusul untuk 3 juta penerima berikutnya," tutupnya.(OL-11)
Thomas Djiwandono mengusulkan agar pemerintah dan bank sentral meninggalkan skema burden sharing yang diterapkan pada masa pandemi covid-19.
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved