Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Pelaku UMKM Disarankan Maksimalkan Komunikasi

Mediaindonesia.com
15/8/2020 09:20
Pelaku UMKM Disarankan Maksimalkan Komunikasi
Perajin getah nyatu menyelesaikan pesanan miniatur kapal dengan motif Dayak Kalteng di rumahnya, di Palangkaraya, Kalteng.(ANTARA/Makna Zaezar )

SALAH satu pihak yang sangat terdampak akibat pandemi covid-19 di Tanah Air adalah para pelaku usaha, terutama pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Untuk itu, agar bisa bertahan dan berpotensi ekspansi bisnis mereka, pelaku UMKM disarankan untuk mulai beradaptasi dengan melaukan digitalisasi bisnis mereka.

Hal ini bukan hanya memanfaatkan pasar daring, maupun adaptasi dari segi pembayaran, namun juga termasuk cara berkomunikasi dengan pegawai yang lebih efektif untuk meningkatkan produktivitas. Diungkapkan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki, valuasi bisnis ekonomi digital Indonesia pada 2025 mendatang diperkirakan bisa mencapai US$130 miliar (atau sekitar Rp 1,8 triliun).

Baca juga: Bank Indonesia Fasilitasi Pelaku UMKM Go Digital dan Go Ekspor

Valuasi ini bisa tercapai dengan kontribusi pelaku UMKM sebagai salah satu penggerak sektor perekonomian Indonesia, karena sektor UMKM berkontribusi 60,34% dari produk domestik bruto (PDB) pada tahun 2018.

Masalahnya adalah, belum semua pelaku UMKM mengerti akan proses digitalisasi. Karena itu menurut VP Lark Commercial Asia, Joey Lim dengan kebiasaan memanfaatkan platform komunikasi yang terintegrasi, pelaku UMKM akan mendapatkan manfaat dengan meningkatnya efisiensi dan produktivitas para pegawai.

"Dengan masih diberlakukannya pembatasan bepergian, pelaku usaha, termasuk UMKM diharuskan untuk bisa beradaptasi dan terbiasa dengan komunikasi jarak jauh, yang sebelumnya seringkali dilakukan melalui tatap muka. Teknologi dan produk komunikasi berbasis digital membantu kita untuk bisa tetap melakukan pekerjaan dengan lebih efisien dari segi waktu dan cost," ujarnya.

Untuk itu, pihaknya (Lark) menawarkan solusi sistem kepada pelaku UMKM agar kolaborasi tim bisa lebih efisien dan meningkatkan produktivitas. Solusi itu, kata dia pertama selalu terhubung tanpa hambatan dengan tim. Kedua, koordinasi tatap muka melalui layar perangkat teknologi.

Ketiga, menyiapkan rencana dan strategi pemasaran bersama meski tidak bertemu. Keempat, memastikan tidak ada pekerjaan yang terlewat dengan fitur kalender. Dan kelima menyinkronkan surat elektronik dengan mudah.

"Setiap fitur yang Lark hadirkan untuk pengguna memang dirancang dengan satu tujuan, yakni memudahkan kolaborasi tim. Dengan kolaborasi dan komunikasi tim yang baik dan efisien, produktivitas juga akan meningkat. Alhasil hal itu  juga akan berdampak pada peningkatan pendapatan usaha dan bisnis kita," cetus Joey Lim. (RO/A-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Maulana
Berita Lainnya