Selasa 11 Agustus 2020, 19:40 WIB

Dukung Program Subsidi Upah, BPJAMSOSTEK Himpun Rekening Peserta

mediaindonesia.com | Ekonomi
Dukung Program Subsidi Upah, BPJAMSOSTEK Himpun Rekening Peserta

Ist/bpjamsostek
Direktur Utama BPJAMSOSTEK Agus Susanto.

 

PEMERINTAH melalui Kementerian Ketenagakerjaan bakal memberikan subsidi kepada pekerja swasta yang telah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK).

Namun dengan ketentuan, penerima subsidi  adalah peserta BPJAMSOSTEK yang masih aktif, dengan upah di bawah Rp5 juta per bulan, berdasarkan data upah yang dilaporkan dan tercatat pada BPJAMSOSTEK. 

Direktur Utama BPJAMSOSTEK Agus Susanto menjelaskan, pemerintah saat ini sedang melakukan finalisasi skema, mekanisme dan kriteria penerima program Bantuan Subsidi Upah dengan menggunakan data awal dari BPJAMSOSTEK dan lembaga negara lainnya sebagai dasarnya.

Agus menegaskan bahwa BPJAMSOSTEK menyatakan kesiapannya dalam mendukung program Bantuan Subsidi Upah dari pemerintah tersebut. 

"Data yang disampaikan BPJAMSOSTEK kepada pemerintah merupakan data peserta aktif kategori pekerja penerima upah atau pekerja formal dengan upah di bawah Rp5 juta berdasarkan upah pekerja yang dilaporkan oleh pemberi kerja dan tercatat pada BPJAMSOSTEK," kata Agus di Jakarta, Selasa (11/8).

"Namu tidak termasuk di dalamnya peserta yang bekerja sebagai pegawai di BUMN, lembaga negara dan instansi pemerintah, terkecuali non-ASN (apartur sipil negara)," tegasnya.

Saat ini, tambah Agus, BPJAMSOSTEK juga sedang dalam proses mengumpulkan nomor rekening peserta yang memenuhi kriteria dimaksud melalui kantor cabang di seluruh Indonesia.

Pemerintah, menurut Agus, juga akan melakukan validasi ulang terkait data yang disampaikan oleh BPJAMSOSTEK untuk memastikan bantuan ini tepat sasaran. Hal ini dilakukan karena sumber dana Bantuan Subsidi Upah ini berasal dari alokasi anggaran dari Pemerintah. 

“Penerima Program Subsidi Upah ini sedikitnya berjumlah 15,7 juta pekerja yang merupakan peserta aktif BPJAMSOSTEK di seluruh Indonesia. Dalam dua hari ini kami telah berhasil mengumpulkan sekitar 3,5 juta rekening peserta dan akan terus meningkat,” tambah Agus.

Ia berharap pemberi kerja atau perusahaan dapat ikut proaktif membantu menginformasikan nomor rekening peserta tersebut sesuai kriteria yang ditetapkan oleh pemerintah guna mempercepat proses pengumpulan informasi sekaligus pengkinian data peserta.

“Bantuan Subsidi Upah ini merupakan nilai tambah bagi pekerja yang terdaftar sebagai peserta aktif BPJAMSOSTEK, selain mendapatkan perlindungan dari risiko kerja dalam bentuk Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKm), dan Jaminan Pensiun (JP)," tandasnya.

Agus menambahkan, BPJAMSOSTEK juga mengimbau perusahaan yang belum tertib dalam pembayaran iuran, segera memenuhi kewajiban sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Kami menghimbau agar perusahaan melakukan validasi tenaga kerja dengan upah di bawah Rp5 juta yang terdaftar di BPJAMSOSTEK dan melaporkan nomor rekening mereka melalui aplikasi yang disiapkan oleh BPJAMSOSTEK, sehingga pemberian Bantuan Subsidi Upah ini segera bisa disalurkan," tegas Agus.

Diketahui, pemerintah telah menganggarkan Rp37,74 triliun untuk program subsidi pekerja terdampak Covid-19. Untuk nominal yang akan diterima nantinya ditentukan sejumlah Rp600 ribu per bulan per orang selama 4 bulan atau per orang akan mendapatkan Rp2,4 juta. Adapun skema pencairan atau transfer dana dilakukan 2 bulan sekaligus sebanyak 2 kali.

“Pemerintah berharap program ini dapat mempercepat proses pemulihan ekonomi dan menjaga agar Indonesia dapat terhindar dari resesi ekonomi,” pungkasnya.

Deputi Direktur BPJAMSOSTEK Wilayah DKI Jakarta, Cotta Sembiring, mengakui bahwa pihaknya telah merespons secara cepat program pemerintah ini dengan menghubungi pihak-pihak perusahaan yang terdaftar program BPJAMSOSTEK agar melakukan pengumpulan nomor rekening bagi para pekerja yang memenuhi persyaratan sebagai penerima bantuan subsidi tersebut.

"Perusahaan -perusahaan yang belum terdaftar program BPJAMSOSTEK diimbau agar segera mendaftarkan perusahaannya dan seluruh pekerjanya guna mendapatkan manfaat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sekaligus memperoleh bantuan program subsidi gaji dari Pemerintah," ujar Cotta. (RO/OL-09)

Baca Juga

dok.mi

Subsidi BBM Perlu Dialihkan untuk Tujuan yang Produktif

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 16:35 WIB
ANGGARAN Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang selama ini digunakan untuk subsidi bahan bakar minyak (BBM), dinilai perlu dialihkan...
KKP

KKP Gandeng Rusia Perkuat Kerja Sama Perikanan

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Minggu 25 September 2022, 16:11 WIB
Ishartini mengungkapkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, Rusia menjadi salah satu pasar potensial...
Setpres

Jokowi Wujudkan Pemerataan Pembangunan Lewat Infrastruktur Perbatasan

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 15:44 WIB
Hingga saat ini, total pembangunan tol telah mencapai 2.042 km, sedangkan pembangunan non-tol mencapai 5.515...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya