Rabu 05 Agustus 2020, 17:12 WIB

Airlangga Jelaskan Strategi Gas dan Rem Penanganan Covid-19

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Airlangga Jelaskan Strategi Gas dan Rem Penanganan Covid-19

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI
Buruh meninggalkan pabrik ketika jam pulang kerja di kawasan Cikupa, Kabupaten Tangerant, Banten, Jumat (17/4).

 

KETUA Komite Penanganan Covid-19 Airlangga Hartarto menjelaskan maksud penanganan pandemi dengan strategi gas dan rem yang dikemukakan Presiden Joko Widodo.

Pada strategi rem, pemerintah berupaya menekan penyebaran pandemi dan mencari vaksin untuk virus baru tersebut. 

"Vaksin sedang dipersiapkan untuk produksi oleh Bio Farma dan pemerintah akan mengalokasikan anggaran baik di 2020 maupun 2021 dan beberapa perusahaan sudah dalam jalur clinical trial ketiga mapun kedua, bekerja sama dengan Sinovac, Genexyn, Sinofarm, CEPI, dan yang lain," tutur Airlangga dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (5/8).

Sementara pada strategi gas, ia menambahkan, pemerintah mendorong perekonomian melalui dukungan dan stimulus yang digelontorkan kepada masyarakat hingga industri.

"Yang didorong adalah terkait jaring pengaman sosial, jaring pengaman sektor riil dan sumber pendanaan yang pemerintha lakukan melalui penjaminan dan seatbeltnya adalah jaring pengaman sektor keuangan," jelas Airlangga.

Ia mengatakan, penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi menjadi dua sisi mata uang yang harus berjalan beriringan. Oleh karenanya program-program pemerintah yang dibuat diupayakan berjalan dengan efektif.

Baca juga: Tumbuh Negatif, Ini Perbandingan Indonesia dengan Negara Lain

Airlangga menambahkan, pada sisi pemulihan ekonomi, pemerintah saat ini berfokus pada 2,1 juta orang yang ter-PHK akibat pandemi covid-19. Fokus ini merupakan jangka pendek untuk mengatasi peningkatan jumlah pengangguran di Tanah Air.

"Tapi jangka pendek adalah mereka yang terkena dampak PHK, data kemarin yang diupdate oleh Kemnaker sebanyak 2,1 juta orang, akan diselesaikan melalui Kartu Prakerja lebih dalam dulu. Lalu penyelesaiannya melalui program lanjutan," kata Airlangga.

Selain itu pemerintah disebut tengah menggodok insentif baru yang berkaitan dengan modal kerja dan insentif kepada pekerja berpenghasilan di bawah Rp5 juta. Namun Airlangga enggan menjelaskannya lebih jauh lagi.

"Kami menyiapkan berbagai insentif, pertama terkait modal kerja untuk 12 juta UMKM, sedang di finalisasi. Kedua, support kepada mereka yang bekerja, ini sedang dimatangkan. Datanya sedang disiapkan dari BPJS Ketenagakerjaan, sehingga sesudah data by name by adress by rekening sudah ketemu ini program akan dijalankan," pungkasnya. (A-2)

Baca Juga

foryourmarriage.org

130 Juta Produk UMKM Terjual saat Big Ramadhan Sale 2021

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 08 Mei 2021, 01:30 WIB
Shopee Indonesia mencatat penjualan sebanyak 130 juta produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) selama kampanye "Big Ramadhan Sale...
Ant/Fikri

GRP Berharap Industri Baja Terlindungi dari Serbuan Impor

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 07 Mei 2021, 22:57 WIB
PT Gunung Raja Paksi Tbk (GRP) berharap pemerintah melindungi industri baja dalam negeri serta memastikan daya saing yang lebih kompetitif...
Dok.Super Indo

Pastikan Standarisasi Keamanan Pangan Jelang Hari Raya Idul Fitri

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 07 Mei 2021, 18:50 WIB
Masalahnya adalah kondisi itu terkadang dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kualitas Kompetisi Harus Ditingkatkan

Regulasi yang dibuat operator dan regulator harus bisa meningkatkan standar liga dan klub

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya