Kamis 23 Juli 2020, 16:28 WIB

Presiden: Kuartal III, Kunci Selamatkan Ekonomi Nasional

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Presiden: Kuartal III, Kunci Selamatkan Ekonomi Nasional

Antara/Hafidz Mubarak
Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan di Istana Negara, Jakarta.

 

PRESIDEN Joko Widodo menegaskan kunci untuk menyelamatkan ekonomi nasional berada pada kuartal III 2020.

Jika pada periode tersebut belanja kementerian atau lembaga (K/L) tidak digenjot, Kepala Negara khawatir perekonomian domestik tidak akan membaik.

"Kita berharap di kuartal III sudah harus naik lagi. Kalau tidak, tidak ngerti lagi saya, akan betapa lebih sulit kita," ujar Jokowi, sapaan akrabnya, di Istana Negara, Kamis (23/7).

Pada kuartal I 2020, Indonesia masih mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang cukup positif, yakni 2,97%. Namun pada kuartal II 2020, pertumbuhan ekonomi melambat akibat kebijakan pembatasan sosial berskala besar.

Baca juga: Bantu Pedagang Kecil, Pemerintah Kucurkan Dana Rp 28 Triliun

Pemerintah memprediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2020 bisa minus 4,5-5%. Pada fase awal kuartal III 2020, dari sejumlah data yang dipantau setiap hari, Presiden menilai ada harapan. Serapan anggaran K/L pun mulai meningkat. Sejumlah program pendukung pemulihan ekonomi juga berjalan baik.

"Saya senang sudah ada angka-angka yang baik. Konsumsi mulai terungkit naik. Mungkin peredaran uang sudah terjadi, karena ada BLT desa, bansos tunai dan bansos sembako. Itu semua sangat memengaruhi daya beli," tutur Jokowi.

Lebih lanjut, dia menyoroti kinerja ekspor pada Juli 2020 yang menunjukkan tren kenaikan. Capaiannya lebih baik dari kinerja ekspor periode Mei dan Juni.

Baca juga: Menkeu Pastikan Gaji ke-13 Cair Pada Agustus

Presiden menegaskan momentum itu harus dimaksimalkan, agar kinerja positif terus bertahan hingga akhir tahun. Dia meminta seluruh menteri ekonomi untuk memberikan stimulus kepada dunia usaha, terutama berskala kecil dan menengah.

Diketahui, Lembaga Penyaluran Dana Begulir (LPDB) telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 1 triliun. Dana itu akan disalurkan kepada seluruh koperasi di Indonesia untuk menambah modal anggota. Presiden meminta proses penyaluran dana LPDB tidak dibuat rumit.

"Proses harus cepat dan sederhana. Kita butuh kecepatan, salurkan dengan cepat, sederhanakan prosesnya. Jangan sampai koperasi tutup, baru dibantu. Tidak ada artinya itu," tegasnya.(OL-11)

 

 

Baca Juga

ANTARA/Septianda Perdana

Ekspor Sarang Burung Walet Berpotensi Meningkat Tajam

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 21 Januari 2021, 22:22 WIB
Saat ini Tiongkok menjadi salah satu importir terbesar sarang burung walet dengan total 262 ton per 2020 dengan harga rata-rata Rp25 juta...
Antara/Rahmad

Temuan UNDP, UMKM Tak Mampu Bertahan Lebih dari 10 Bulan

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 21 Januari 2021, 21:31 WIB
Ekonom UNDP Indonesia Rima Prama Artha menuturkan, 90% pelaku UMKM mengalami penurunan permintaan atas produk mereka selama...
Antara/Galih Pradipta

6 Program Ini Jadi Fokus Kemenkop-UKM Sepanjang 2021

👤Despian Nurhidayat 🕔Kamis 21 Januari 2021, 20:49 WIB
“Untuk bidang perkoperasian kami menargetkan outcome terwujudnya koperasi modern,” ungkap Menteri Koperasi dan UKM Teten...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya