Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
DIVERSIFIKASI pangan atau modifikasi pangan lokal sangat diperlukan untuk mengurangi stunting yang masih menjadi masalah di Indonesia. Pasalnya, pangan lokal merupakan asupan bergizi yang sangat erat kaitannya dengan stunting.
“Kita paham betul stunting masih menjadi masalah kita semua. Sampai hari ini, angka masih tinggi. Ada masalah mendasar, yakni gizi yang berdampak pada sumber daya manusia di Indonesia. Intervensi pada 1.000 hari pertama kehidupan bisa diselesaikan apabila bisa dioptimalkan penggunaan pangan lokal,” ungkap Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam diskusi Diversifikasi Pangan DPP Garnita Malahayati NasDem di Jakarta, kemarin.
Lebih lanjut, Rerie, demikian sapaan akrabnya, mengatakan bahwa permasalahan stunting di samping kurang akses dari makanan bergizi, juga didasari kurangnya pengetahuan para ibu mengenai jenis sumber pangan lokal yang terjangkau, mudah didapat, dan bergizi tinggi.
Menurut Rerie, dari 2019 berdasarkan data terdapat 27,6% anak Indonesia mengalami stunting dengan catatan beberapa daerah dengan kondisi yang tinggi. “Sebanyak 100 kabupaten butuh intervensi pangan untuk tingkatkan gizi anak di bawah dua tahun dan agar 1.000 hari kehidupan anak terjaga,” sambungnya.
Rerie menyampaikan dari hasil penelitian Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, terdapat banyak pangan lokal yang memiliki gizi luar biasa. Pangan lokal itu di antaranya singkong, ubi jalar, dan daun kelor yang dikatakan sangat mudah ditanam, didapatkan, dan bukan menjadi tumbuhan yang asing.
Atas hal tersebut, Rerie mengatakan bahwa inovasi merupakan hal yang sangat penting untuk mengelola pangan lokal agar menjadi produk yang diterima dan menarik perhatian masyarakat sehingga mereka tidak ragu untuk mengonsumsi pangan lokal.
Selain itu, keterlibatan stakeholder juga dibutuhkan dalam program diversifi kasi pangan sesuai dengan kearifan lokal dan memanfaatkan beberapa peluang untuk mengurangi prevalensi stunting secara holistis.
Siap intervensi
Di tempat yang sama, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa problematik stunting memang perlu segera diintervensi. Dia mengatakan bahwa Kementan siap untuk mengatasi permasalahan tersebut.
“Ada 88 kabupaten kota yang harus diintervensi. Saya siap intervensi itu. Tahun depan saya yakini dan kalau perlu besok kita tandatangani MoU (nota kesepahaman) untuk mengatasi permasalahan stunting ini,” lanjut Syahrul.
“Saya siapkan bibit pangan lokal besok untuk stunting. Itu bukan bibit biasa. itu hasil temuan Litbang terbaru. Sebanyak 88 kabupaten dan kota dari 300 lebih kecamatan dan 28 ribu kepala desa yang harus dibagikan bibit ini,” ujarnya.

MI/ADAM DWI
Para pembicara memberikan paparan masing-masing yaitu Lestari Moerdijat, Wakil Ketua MPR RI dengan topik : Mencapai Pola Hidup Sehat Dengan Pangan Lokal, Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertanian RI dengan topik: Roadmap Diversifikasi Pangan Lokal Sebagai Sumber Karbohidrat Non-Beras, Charles Meikyansah, Komisi IV DPR RI dengan topik: Ragam Kearifan Lokal Ketahanan Pangan Indonesia dan Kebijakan Yang Mendukung, dan Prof. Dr. Edi Santosa, S.P., M.Si, Guru Besar Fakultas Pertanian IPB dengan topik: Teknologi Bidang Pertanian Untuk Mendukung Kebijakan Diversifikasi Pangan, dan Kebutuhan Pangan Generasi Mendatang (Generasi Milenial), dalam diskusi membahas Diversifikasi Pangan Lokal, di Jakarta, Sabtu (18/7/2020).
Syahrul mengatakan bahwa intervensi permasalahan stunting merupakan hal yang penting dan ini memiliki arti yang sangat besar bagi Indonesia, khususnya masa depan anak bangsa. “Kita secara tidak langsung menghancurkan negara kalau enggak bisa menindaklanjuti stunting,” pungkasnya. (E-3)
Sejak 2019, Faris terjun ke NTT untuk melakukan misi sosial dalam penanganan masalah kesehatan di daerah itu.
Pemanfaatan kacang hijau untuk mengatasi stunting dinilai sangat relevan karena aksesnya yang mudah, harga terjangkau, serta kandungan gizi yang tinggi.
Selain penurunan angka stunting, hasil evaluasi menunjukkan bahwa 64,28 persen balita peserta program mengalami perbaikan status gizi.
Pada 2026 cakupan intervensi diharapkan semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
SELAMA ini kita terlalu sering memaknai pembangunan sebagai pembangunan fisik: jalan, jembatan, gedung, kawasan industri, dan infrastruktur digital, tapi melupakan manusia
Kemenkes ungkap 6% bayi di Indonesia lahir dengan berat badan rendah (BBLR) lewat Program Cek Kesehatan Gratis 2025. Simak risiko stuntingnya.
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menilai munculnya wacana dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju pada Pilpres 2029 hal yang wajar.
PARTAI NasDem menanggapi santai langkah PAN yang mendukung Presiden Prabowo Subianto dan Zulkifli Hasan sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2029 mendatang.
Pengurus DPC yang dilantik merupakan representasi dari desa dan kelurahan di kecamatan.
ANGGOTA DPR RI Fraksi Partai NasDem Willy Aditya, menegaskan bahwa literasi dan kemampuan berpikir kritis merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem demokrasi yang sehat.
ANGGOTA Komisi VI DPR dari Fraksi Partai NasDem Asep Wahyuwijaya menilai, peringatan keras Presiden Prabowo atas kondisi tata kelola dan usaha BUMN ke belakang sebagai refleksi kegusaran.
MENJELANG Ramadan, kegelisahan sering muncul tanpa sebab yang jelas. Ada rindu yang tertahan, ada takut yang samar, dan ada rasa bersalah yang lama bersembunyi di dasar hati.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved