Rabu 15 Juli 2020, 21:25 WIB

Pemanfaatan Sumber Daya Laut Perlu Dioptimalkan

Ghani Nurcahyadi | Ekonomi
Pemanfaatan Sumber Daya Laut Perlu Dioptimalkan

Antara/Febri Angga Palguna
Produksi ikan asap di tambak Wedi,Surabaya

 

SUMBER daya laut Indonesia punya potensi yang cukup besar, salah satunya dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Pemerintah pun terus mengerahkan upaya untuk memanen potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang dinilai belum maksimal digarap tersebut.

Deputi I Bidang Infrastruktur, Energi dan Investasi Kantor Staf Presiden Febry Calvin Tetelepta mengatakan, optimalisasi pemanfaatan sumber daya laut sejalan dengan Nawacita ketiga, yaitu membangun dan mengintegrasikan proses bisnis kelautan dan perikanan berbasis masyarakat melalui optimalisasi pemanfaatan sumber daya perikanan.

"Revitalisasi tambak rakyat harus menjadi optimal dan berkelanjutan karena perikanan budidaya merupakan masa depan” kata Febry dalam webinar bertajuk Pengembangan Industri Pangan Laut Terpadu DI Kawasan Pesisir Pasca-Covid19 yang diselenggarakan Perhimpunan Alumni Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Indonesia (Perluni PWK ITI), rabu (15/7).

Febry menegaskan, untuk mewujudkan revitalisasi rtambak, diperlukan kerja kolaboratif antarpihak.

Kepala Subdit Pulau-Pulau Kecil dan Terluar Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautand an Perikanan Ahmad Aris mengatakan, perencanaan spasial, tata ruang laut dan zonasi laut seharusnya mengawali arah penggunaan ruang dan pemanfaatan sumber daya. 

Kementerian Kelautan dan perikanan, lanjutnya, telah membangun program sentra keluatan dan perikanan terpadu di 13 lokasi di Indonesia.

"Yaitu di Natuna, Saumlaki, Merauke, Mentawai, Nunukan, Talaud, Morotai, Biak Numfor, Mimika, Rote Ndao, Sumba TImur, Sabang, dan Moa yang dapat dijadikan contoh," ujarnya.

Baca juga : Stimulus Ekonomi untuk Perdesaan Bisa Amankan Ketahanan Pangan

Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University Rokhmin Dahuri mengatakan, dalam pembangunan kelautan, 60% fokusnya harus diletakkan di sektor ekonomi karena tingginya penganguran, terutama pasca-Covid19.

Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo mengungkapkan, politik anggaran dan kemitraan yang baik diperlukan untuk pengembangan sumber daya laut.

"Perlu kebijakan yang lebih masif dan berani dengan melibatkan semua pihak," ujarnya.

Pemerhati Pengembangan Kawasan Laut dan Pesisir  Freude TP Hutahaean mengatakan, saat ini belum ada kawasan di Indonesia yang mengembangkan potensi kelautan secara profesional. Indonesia belum mengelola bahan baku secara maksimal, hanya berperan sebagai eksportir yang kemudian masuk ke sejumlah negara.

"Untuk itu perlu perencanaan tata ruang wilayah laut dan pesisir yang optimal . Dalam perencanaan tata ruang juga memperhitungkan pola distribusi antara pusat pembudidayaan dengan daya jangkau ke industri di hilir. Sehingga Indonesia menjadi pemain utama untuk sumberdaya laut, bukan lagi pemasok bahan baku," ujarnya.

Soal pemanfaatan tata ruang wilayah laut dan pesisir, Juanita Mandagi dari Juang Laut Lestari Lombok menegaskan, penataan ruang haruslah sinergis dan saling mengisi.

“Kita harus beranjak dari tingkatan paling bawah. Desa menjadi ujung tombak untuk indutri pangan laut terpadu supaya masyarakat dapat menikmati," ujarnya. (RO/OL-7)

Baca Juga

Dok. BNI

Bantu Ditjen Pajak, BNI Buka Kerja Sama Peningkatan Layanan Nasabah

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 Juni 2022, 19:21 WIB
Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Suryo Utomo mengatakan, kerja sama itu meliputi peningkatan layanan perbankan terkait...
Ist

ALAMI Berkomitmen Dukung Pertumbuhan UMKM lewat Pembiayaan Syariah

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 Juni 2022, 19:10 WIB
Hingga saat ini, ALAMI telah berhasil menyalurkan pembiayaan ke lebih dari 10.000 proyek dengan akumulasi pembiayaan sebesar Rp3...
Ist

Jumlah Investor Meningkat, Perlu Literasi Pilih Investasi yang Tepat

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 Juni 2022, 19:08 WIB
Sriwidjaja Rauf menjelaskan pentingnya bagi investor untuk menentukan tujuan Investasi tepat sesuai dengan karakteristik risiko dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya