Kamis 02 Juli 2020, 13:18 WIB

Manfaat RUU Cipta Kerja akan Dinikmati Masyarakat di Masa Datang

Deri Dahuri | Ekonomi
Manfaat RUU Cipta Kerja akan Dinikmati Masyarakat di Masa Datang

Antara/Zabur Karuru
Para pekerja di industri olahan perikanan. RUU Cipta Kerja diharapkan bisa meningkatkan kembali gairan investasi di Indonesia.

 

MANFAAT dari implementasi Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja yang memberikan jaminan kemudahan kepada investor, memangkas regulasi dan perizinan usaha, serta menjadi payung hukum insentif bagi pengusaha dan UMKM akan terasa untuk masyarakat di masa yang akan datang

"RUU Cipta Kerja ini diarahkan untuk menyelesaikan permasalahan yang sudah lama hadir di Indonesia yakni keruwetan regulasi dan investasi," kata ekonom dari Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Lukman Hakim dalam penjalasannya kepada media, Kamis (2/7).

"Kalau ini bisa diselesaikan saat ini, yang akan menikmati hasil dari kebijakan ini adalah masyarakat di masa yang akan datang. Rezim-rezim selanjutnya akan mendapatkan buah dari investasi saat ini di masa depan," jelas Lukman.

RUU Cipta Kerja yang difokuskan untuk memangkas keruwetan regulasi untuk berinvestasi, menurut Lukman, diharapkan bisa meningkatkan kembali gairan investasi di Indonesia. Masuknya investasi saat ini, bisa memfasilitasi terbukanya lebih banyak lapangan kerja yang akan dinikmati oleh generasi di masa mendatang.

Tumpang tindih regulasi terutama di bidang investasi ekonomi memang sudah jadi permasalahan akut di Indonesia semenjak masa reformasi. Upaya menyelesaikan permasalahan ini juga tidak bisa dicapai dengan cara yang mudah.

"Di sini lah menariknya pemerintahan Joko Widodo yang memang selalu mencari hal baru yang pada masa pemerintahan sebelumnya sulit dilakukan," jelasnya.

"Pada periode pertama, infrastruktur jadi fokus Joko Widodo padahal masalah ini nyaris tidak pernah diselesaikan di masa sebelumnya. Pada periode kedua, masalah regulasi dan investasi coba diselesaikan melalui RUU Cipta Kerja. Sama seperti infrastruktur, manfaatnya mungkin baru terasa di masa mendatang," kata pengajar di Fakultas Ekonomi Bisnis UNS ini.

Hal senada juga diamini ekonom dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Prof. Dr. Anton Setyawan. Menurutnya, RUU Cipta Kerja memang mencoba untuk memfasilitasi pergeseran di bidang investasi dan ketenagakerjaan di masa yang akan datang.

"Saya cukup yakin RUU Cipta Kerja ini dibangun dengan semangat melindungi pekerja di berbagai sektor, perlu diakui bahwa ke depan memang ada pergeseran industri dan ini coba diakomodasi oleh RUU Cipta Kerja. Investasi yang sifatnya padat karya, lambat laun akan berkurang dan diganti dengan investasi padat modal," kata Anton.

Ini membuat regulasi dari pemerintah juga harus menyesuaikan perkembangan karakteristik ekonomi dan pasar. Kebutuhan SDM dan jenis pekerjaan lambat laun akan bergeser ke bidang yang lebih bervariasi.

"Bidang jasa ini kan biasanya pekerjanya lebih fleksibel. Pergeseran jenis industri ini yang coba difasilitasi pemerintah melalui regulasi yang lebih relevan seperti RUU Cipta Kerja," kata Anton. (RO/OL-09)

Baca Juga

Antara/Dok.Kemenhub

Lima Destinasi Bali Baru Dukung Pemulihan Pariwisata

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 27 November 2020, 08:35 WIB
Pada masing-masing destinasi di kawasan 5 Bali Baru akan disiapkan sistem dan fasilitas khusus untuk mengakomodir turis-turis mancanegara...
Ist

Kalahkan 32 Perusahaan, BNI Jadi Pengembang API Portal Terbaik

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 November 2020, 08:00 WIB
BNI berhasil memenangkan kategori Best Overall Developer Portal–Community Prize Nominees...
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

PT SMI Suntik Rp1,857 Triliun ke 8 Daerah

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Jumat 27 November 2020, 04:30 WIB
Pemerintah daerah di Pulau Jawa masih mendominasi pinjaman dengan porsi 64%, Sulawesi 23%, Sumatra 10%, Maluku dan Papua 2%, serta Bali dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya