Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Jumat (26/6) ini. Pergerakan saham berada di zona hijau dengan penguatan sebesar 0,15% atau 7,6 poin menuju 4904 poin.
Analis Binaartha Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengatakan pemicu utama berasal dari pasar yang mengapresiasi kenaikan harga komoditas global.
“Secara garis besar, market mengapresiasi kenaikan harga komoditas dunia,” ujar Nafan saat dihubungi, Jumat (26/6).
Baca juga: BI: Ekonomi Mulai Membaik Pada Semester II 2020
Pada pembukaan perdagangan, IHSG terpantau menguat. Ternyata, penguatan terus berlanjut hingga ditutup Jumat (26/6) sore.
Penguatan saham ini dengan frekuensi transaksi 506,5 kali dan volume transaksi 6,2 triliun. Adapun 211 saham terpantau naik, 190 saham mengalami penurunan dan 172 saham tidak bergerak.
Hal senada menimpa kumpulan 45 saham unggulan (LQ45) yang bertengger di zona hijau. Dengan penguatan sebesar 0,03% atau menuju 760 poin.
Lebih lanjut, Nafan menjelaskan berdasarkan rasio fibonacci, support pertama dan kedua memiliki range pada level 4865.27 hingga 4778.71. Sementara itu, resistance pertama dan kedua dengan range 4975.54 dan 5097.14.
Baca juga: Enam Perusahaan Asing Siap Bantu RI Pungut Pajak Digital
Berdasarkan indikator, MACD membentuk pola dead cross di area positif. Sementara itu, Stochastic dan RSI berada di area netral. Namun, masih terlihat pola bullish inside bar candlestick pattern, yang mengindikasikan potensi penguatan IHSG. Sehingga, berpeluang menuju ke resistance terdekat.
Selain dampak kenaikan harga komoditas global, pasar juga mengapresiasi penurunan data pengangguran Amerika Serikat (AS). Hal itu berkontribusi pada penguatan IHSG.
“Di sisi lain, market juga mengapresiasi bank sentral Eropa yang berkomitmen untuk mempersiapkan fasilitas likuiditas baru,” tutupnya.(OL-11)
Di tengah ketidakpastian pasar, berikut rekomendasi saham sektor energi dan emas yang menarik untuk dicermati hari ini. Peluang investasi di tengah volatilitas.
Geopolitik Iran-Israel-AS memanas, mempengaruhi pasar. Simak rekomendasi saham berbasis komoditas dan sektor energi di tengah ketegangan global ini.
Harga emas dunia diperkirakan menguat moderat pada Kamis (26/2) didorong sentimen safe haven dan ketidakpastian global, dengan support di kisaran 5.180–5.200 dolar AS per troy ounce.
Harga emas Antam diperkirakan akan kembali menguat pada perdagangan Selasa, 24 Februari 2026, setelah lonjakan Rp16.000 pada Senin. F
Komoditas ikan patin kini naik kelas, bukan sekadar ekspor, melainkan masuk ke rantai pasok pangan haji dan umrah dunia,
Peran negara tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik seperti jalan tol dan bandara, melainkan harus mendorong transformasi ekonomi produktif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved