Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Second Wave bakal Perburuk Ekonomi

SURYANI WANDARI PUTRI
24/6/2020 06:35
Second Wave bakal Perburuk Ekonomi
Direktur Utama Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Mirza Adityaswara(ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

ANCAMAN terjadinya gelombang kedua atau second wave penyebaran virus covid-19 akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi yang dicapai Indonesia tahun ini.

Direktur Utama Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Mirza Adityaswara mengatakan bila pandemi covid-19 hanya terjadi satu kali, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya akan terkoreksi hingga minus 2,8%.

Namun, bila second wave terjadi, pertumbuhan akan lebih parah, yakni mencapai minus 3,9%.

"Jika ada second wave, kita bisa minus 3,9%. Memang jelas kondisinya buruk jika dibandingkan dengan sebelum situasi pandemi covid-19," ujarnya saat berbicara dalam seminar daring New Normal, New Business Model, New Hope, di Jakarta, kemarin.

Meski demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih lebih baik jika dibandingkan dengan negara lain. Mengutip Organisasi Internasional Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), penurunan pertumbuhan bisa sampai minus 10,1% seperti yang akan dialami Argentina, Turki pada minus 8,1%, Meksiko minus 8,1%, Afrika Selatan minus 8,2 %, dan Brasil minus 9,1 %.

Pandemi covid-19 ini, kata Mirza, menjadi perhatian utama para pelaku ekonomi dunia saat ini. Negara-negara di dunia sedang mengupayakan agar kegiatan ekonomi terus berjalan, tetapi tetap dapat meminimalkan risiko terpapar covid-19.

Dari dalam negeri, pemerintah saat ini terus berjuang agar penyebaran virus covid-19 dapat dikendalikan. Jakarta sebagai episentrum awal penyebaran covid-19 relatif sudah terkendali. Namun, di beberapa daerah, cenderung terjadi peningkatan kasus penyebaran covid-19.

Presiden Joko Widodo pun telah memerintahkan jajarannya agar daerah-daerah yang mengalami lonjakan kasus ditangani dengan lebih cepat lagi.

Industri berjalan

Dalam kesempatan berbeda, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyatakan dunia usaha dan sektor industri harus terus berlangsung di tengah pandemi covid-19, agar produktivitas tetap terjaga de ngan baik. "Presiden Jokowi telah mengajak agar sekarang ini dunia usaha dan industri kembali bergerak, memutar roda perekonomian,"

katanya di sela kunjungan kerja ke Kawasan Industri Suryacipta Kabupaten Karawang, kemarin.

Ia menyampaikan, antara penanganan wabah secara langsung dan penanganan dampaknya harus berjalan bersamaan. Tentunya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang direkomendasikan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Kedisiplinan mematuhi protokol kesehatan itu sendiri menjadi bagian dari upaya perlindungan atas keberlangsungan usaha sekaligus melindungi keselamatan dan kesehatan pekerja di tempat kerja.

Sekretaris Daerah Karawang Acep Jamhuri mengatakan, perusahaan-perusahaan di Karawang secara umum masih beroperasi di tengah penanganan virus korona.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko membantah anggapan yang menyebutkan pemerintah lebih mementingkan sektor ekonomi ketimbang kesehatan pada masa pandemi covid-19.

Pada periode sekarang, ia mengungkapkan ada empat sektor yang secara merata menjadi perhatian utama pemerintah, yaitu kesehatan, ekonomi, sosial, dan keuangan.

"Kesehatan memang menjadi prioritas utama. Namun, tiga sektor lain ini tidak bisa ditinggalkan. Semua harus berjalan beriringan. Jadi, tidak benar bahwa pemerintah menjalankan aspek ekonomi saja," ujar Moeldoko. (Pra/Ant/E-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya