Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani menilai stimulus yang telah dikeluarkan pemerintah masih belum cukup untuk pemulihan ekonomi nasional mengatasi dampak pandemi covid-19.
"Stimulus yang ada belum cukup dari segi besaran maupun percepatan," kata Rosan dalam diskusi Denpasar 12 bertajuk Mempersiapkan Pemulihan Ekonomi Nasional Dalam Pandemi Covid-19, Rabu (10/6).
Ia membandingannya dengen negara lain seperti Malaysia yang memiliki stimulus fiskal 10% dari PDB, Singapura 10,9%, Amerika 10,5% hingga Jerman mencapai 60% dari PDB. Sementara Indonesia hanya mengeluarkan 2,5 % dari PDB yakni Rp405 triliun.
Menurutnya, dampak pandemi memukul keras para tenaga kerja yang saat ini ada sekitar hingga saat ini sudah ada sekitar 6,4 juta pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan yang dirumahkan akibat dampak pandemi Covid-19.
Baca juga : Rupiah Melemah Karena Pasien Korona Meningkat
"Mungkin angka dari Kementerian ketenagakerjaan masih di level 2 juta orang. Angka ini kami dapat dari asosiasi pengusaha yang memberikan laporan secara berkala," katanya.
Sehingga menurut penilaiannya, stimulus sudah wajar diberikan hingga 10 persen atau mencapai Rp1.600 triliun.
"Stimulus harus lebih besar, yang dibutuhkan saat ini kan modal kerja. Bahkan dalam 6 bulan kami perhitungkan butuh Rp400 triliun," katanya.
Bukan tanpa alasan, Rosan menyarankah kepada pemerintah menambah stimulus karena pemulihan ekomoni pascapandemi covid-19 cukup panjang yakni hingga 1 sampai 2 tahun mendatang yang bisa dilakukan dengan bertahap. (OL-7)
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Musyawarah Provinsi (Muprov) VIII.
KAMAR Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di area parkir eks MTQ Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
PERWAKILAN Aliansi Ekonom Indonesia (AEI) sekaligus Secretary General of the International Economic Association Lili Yan Ing menegaskan target pertumbuhan ekonomi 2026 di angka 5,4% tidak bisa hanya mengandalkan konsumsi masyarakat.
Keberhasilan program MBG sangat ditentukan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, dunia usaha, legislatif, hingga akademisi.
KAMAR Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai aturan pengupahan berpotensi memberikan tekanan terhadap pertumbuhan sektor industri manufaktur.
Mukota bukan sekadar agenda organisasi, melainkan ruang strategis untuk menyiapkan kepemimpinan dunia usaha yang visioner dan relevan dengan tantangan global.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam menurunkan harga tiket pesawat selama musim Idul Fitri, Pelita Air menghadirkan diskon tiket hingga 21% untuk seluruh rute domestik.
MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan dampak stimulus yang digelontorkan pemerintah akan terlihat pada triwulan IV 2025.
Diskon tarif tol kerap diberikan pemerintah pada momen-momen libur panjang dalam rangka hari besar keagamaan maupun libur sekolah.
Pemerintah menyiapkan berbagai stimulus untuk meringankan biaya perjalanan masyarakat pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).
BADAN Anggaran (Banggar) DPR RI bersama pemerintah menyepakati langkah penebalan stimulus fiskal guna menjaga daya beli masyarakat.
Rumah123 gelar Harpropnas Fest 2025 di Kota Kasablanka. Stimulus pajak dorong transaksi properti, harga turun hingga 30%, buyers market menguat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved