Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
RENCANA pemerintah menerapkan new normal atau kenormalan baru mendapat sorotan dari berbagai kalangan salah satunya pengemudi ojek online (ojol) yang nasibnya masih menggantung. Sehingga, pada saat kebijakan kenormalan baru diterapkan, para pengemudi ojek online berharap pemerintah kembali mengizinkan mengangkut penumpang.
Pendapatan terbesar pengemudi ojol berasal dari mengangkut penumpang. Ketika pelarangan mengangkut penumpang dikeluarkan saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), pendapatan mereka berkurang drastis.
Baca juga: Hai Pemerintah, Korban Covid-19 bukan Hanya Ojol
Hingga kini kebijakan ojek online mengangkut penumpang masih dalam pembahasan hal tersebut dikatakan oleh Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati. "Masih dalam pembahasan," singkat Adita kepada Media Indonesia, Senin (1/6).
Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengungkapkan persoalan ojek online/konvensional mengangkut penumpang baru akan dipresentasikan ke Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (BKS). "Belum dibahas besok mau saya presentasikan ke Pak Menteri," ujar Budi Setiyadi.
Terkait dengan persoalan tersebut Kemenhub sendiri bergerak cepat "Pasti lah (bergerak cepat) kita kan waktunya juga terbatas," ucapnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Presedium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda), Igun Wicaksono, berharap adanya respons positif dari Menhub BKS terkai izin mengangkut penumpang.
"Kami hanya berharap pada normal baru nanti kami ojek online dapat kembali mengangkut penumpang karena pendapatan terbesar kami dari membawa penumpang bukan dari jasa antar barang atau pembelian makanan," ujar Igun.
Baca juga: Motor Tidak Boleh Boncengan, Ojol: Kami Kehilangan Nafkah
Garda pun telah membuat protokol kesehatan untuk mengangkut penumpang agar Kemenhub memberikan izin ojol mengangkut penumpang. Igun juga mengaku bahwa Garda telah mempresentasikan protokol kesehatan membawa penumpang ke Dirjen Hubdar Kemenhub.
"Kami dari Garda sudah komunikasi sudah presentasi juga kepada Pak Budi (Dirjen Hubdar) terkait protokol kesehatan," ungkap Igun.
Protokol yang ditawarkan Garda yakni setiap pengemudi menggunakan masker dan sarung tangan, pengemudi juga memiliki partisi portabel untuk membatasi antara pengemudi dengan penumpang.
Berikutnya setiap pengemudi memperhatikan basic personal hygiene yaitu pengemudi selalu membawa sabun cair antiseptik atau hand sanitizer, mencuci atribut kendaraan, membersihkan diri (mandi) secara rutin, dan menjaga kebersihan penampilan fisik.
Baca juga: Ojol Masuk Dalam Paket Kebijakan Lanjutan Pemerintah
"Sementara penumpang untuk wajib membawa helm sendiri agar tidak ada pemakaian helm bersama-sama sehingga mencegah penyebaran virus korona," tutup Igun. (Iam/A-3)
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved