Jumat 29 Mei 2020, 16:50 WIB

BI Laporkan Pelambatan Ekonomi Indonesia di Triwulan 1 2020

Hilda Julaika | Ekonomi
BI Laporkan Pelambatan Ekonomi Indonesia di Triwulan 1 2020

MI/SUSANTO
Bank Indonesia (BI) telah mengeluarkan laporan triwulan 1 2020. Ekonomi Indonesia tumbuh 2,97%.

 

BANK Indonesia (BI) telah mengeluarkan laporan triwulan 1 2020. Menurut Kepala Departemen Komunikasi Onny Widjanarko, pandemi covid-19 ini memengaruhi pertumbuhan ekonomi domestik. 

Ekonomi Indonesia triwulan I 2020 tumbuh 2,97% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 4,97% (yoy).

Penurunan ini terutama berasal dari melambatnya sektor jasa, khususnya pariwisata, konsumsi nonmakanan, dan investasi. Dengan sektor yang paling terdampak terjadi di sektor perdagangan, hotel dan restoran (PHR), sektor industri pengolahan, sektor konstruksi dan subsektor transportasi.

“Pandemi covid-19 yang meluas ke seluruh dunia menekan perekonomian global, termasuk Indonesia. Ekonomi global diprakirakan kontraksi, sementara pertumbuhan ekonomi domestik diprakirakan melambat,” ujar Onny melalui keterangan resminya, Jumat (29/5).

Sementara itu, menurutnya ketahanan sektor eksternal ekonomi Indonesia dinilai tetap baik. Hal itu tercermin dari defisit transaksi berjalan triwulan I 2020 yang menurun menjadi 1,4% PDB dari 2,8% PDB pada triwulan IV-2019 dan cadangan devisa yang tetap besar. 

Nilai tukar Rupiah, kembali menguat April 2020 seiring meredanya ketidakpastian pasar keuangan global dan terjaganya kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia.

Selain itu, inflasi tetap rendah dan diklaim tetap bisa mendukung stabilitas perekonomian. Termasuk didukung dengan kondisi likuiditas perbankan tetap memadai dan mendukung berlanjutnya penurunan suku bunga. Selanjutnya stabilitas sistem keuangan tetap terjaga, kendati potensi risiko meluasnya penyebaran pandemi covid-19 perlu terus diantisipasi.

Baca juga: OJK: Bulan Mei Sektor Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Pandemi

Atas situasi ini, BI akan menempuh berbagai respons kebijakan guna memitigasi risiko dampak covid-19 terhadap perekonomian. Bank sentral Indonesia ini berupaya untuk memperkuat seluruh instrumen bauran kebijakan untuk melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, mendukung stabilitas sistem keuangan.

“Serta pada saat yang sama mencegah penurunan kegiatan ekonomi lebih lanjut dengan berkoordinasi erat dengan Pemerintah. OJK, LPS dan otoritas terkait lain,”pungkasnya.

Sebagai informasi, pertumbuhan ekonomi dunia triwulan I 2020 di banyak negara menurun tajam sejalan meluasnya pandemi ini. Pertumbuhan ekonomi seperti di Tiongkok, Eropa, Jepang, Singapura, dan Filipina mengalami kontraksi pada triwulan I 2020, sementara pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) turun dalam menjadi 0,3%.

Risiko resesi ekonomi global pada April 2020 tetap besar tercemin pada kontraksi berbagai indikator dini seperti kinerja sektor manufaktur dan jasa serta keyakinan konsumen dan bisnis. (A-2)

Baca Juga

Antara/M Agung Rajasa

Indonesia Berpotensi Miliki Puluhan Unicorn

👤Arnoldus Dhae 🕔Minggu 19 September 2021, 23:50 WIB
SAAT ini, Indonesia telah memiliki 5 unicorn atau perusahaan rintisan (startup) yang bernilai di atas US$1...
Antara/Aditya Pradana Putra

Gaikindo Sambut Baik Perpanjangan Diskon PPnBM Sampai Akhir Tahun 2021

👤Despian Nurhidayat 🕔Minggu 19 September 2021, 23:00 WIB
Menurut Jongkie, penjualan otomotif nasional terus mengalami peningkatan secara bertahap di tengah dukungan pemerintah terhadap industri...
Ist

Balai Penyuluhan Pertanian Tonggak Pembangunan Sektor Pertanian

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 19 September 2021, 22:39 WIB
Kementan memaksimalkan peran Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) yang ada di level...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

AS, Inggris, dan Australia Umumkan Pakta Pertahanan Baru

 Aliansi baru dari tiga kekuatan tersebut tampaknya berusaha untuk melawan Tiongkok dan melawan kekuatan militernya di Indo-Pasifik.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya