Jumat 29 Mei 2020, 15:57 WIB

OJK: Bulan Mei Sektor Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Pandemi

Hilda Julaika | Ekonomi
OJK: Bulan Mei Sektor Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Pandemi

ANTARA
Ilustrasi - OJK

 

DEPUTI Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik )toritas Jasa Keuangan (OJK) Anto Prabowo menyampaikan kondisi stabilitas sistem keuangan masih tetap terjaga dengan kinerja intermediasi yang positif. Meskipun ia tak memungkiri pandemi Covid-19 telah memberikan tekanan terhadap sektor jasa keuangan ini.

“OJK memperhatikan dampak pandemi Covid-19 yang relatif mulai memberikan tekanan terhadap sektor jasa keuangan, meskipun dari berbagai indikator dan profil risiko, kondisi stabilitas sistem keuangan sampai saat ini tetap terjaga dengan kinerja intermediasi yang positif,” ujarnya melalui keterangan resminya, Jumat (29/5).

Baca juga: Pandemi Covid-19, Kementan Dorong Pengembangan Pangan Lokal

Lebih lanjut dipaparkan, kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan April 2020 tumbuh sejalan dengan perlambatan ekonomi. Kredit perbankan tumbuh sebesar 5,73% yoy, sementara piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan tercatat tumbuh sebesar 0,8% yoy. Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan tumbuh sebesar 8,08% yoy. Pada April 2020, industri asuransi berhasil menghimpun pertambahan premi sebesar Rp15,7 triliun.

“Adapun sampai 26 Mei 2020, penghimpunan dana melalui pasar modal tercatat mencapai Rp32,6 triliun dengan 22 emiten baru. Di dalam pipeline telah terdapat 67 emiten yang akan melakukan penawaran umum dengan total indikasi penawaran sebesar Rp31,6 triliun,” imbuhnya.

Selanjutnya, profil risiko lembaga jasa keuangan pada April 2020 masih terjaga pada level yang terkendali dengan rasio NPL gross tercatat sebesar 2,89% (NPL net Bank Umum Konvensional (BUK): 1,09% dan Rasio NPF sebesar 3,25%. Risiko nilai tukar perbankan dapat dijaga pada level yang rendah terlihat dari rasio Posisi Devisa Neto (PDN) sebesar 1,62%, jauh di bawah ambang batas ketentuan sebesar 20%.

Sementara itu, likuiditas dan permodalan perbankan berada pada level yang memadai. Rasio alat likuid/non-core deposit dan alat likuid/DPK April 2020 terpantau pada level 117,8% dan 25,14%, jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%. Permodalan lembaga jasa keuangan terjaga stabil pada level yang memadai. Capital Adequacy Ratio BUK tercatat sebesar 22,13% serta Risk-Based Capital industri asuransi jiwa dan asuransi umum masing-masing sebesar 651% dan 309%, jauh diatas ambang batas ketentuan sebesar 120%.

Baca juga: Jokowi Minta 245 Proyek Strategis Dikaji Ulang

Kedepannya OJK mengklaim akan memantau perkembangan wabah ini dan dampaknya terhadap perekonomian global dan domestik. OJK juga akan berupaya menyiapkan berbagai kebijakan sesuai kewenangannya menjaga stabilitas industri jasa keuangan, melindungi konsumen sektor jasa keuangan serta mendorong pembangunan ekonomi nasional

“Dalam upaya memitigasi dampak pelemahan ekonomi dan menjaga ruang untuk peran intermediasi sektor jasa keuangan, OJK telah mengeluarkan sejumlah kebijakan stimulus lanjutan yang telah disampaikan OJK pada hari Rabu (27/5) lalu,” jelasnya. (OL-6)

Baca Juga

DOK BUKOPIN

Bank Bukopin Luncurkan Beragam Program Deposito untuk Nasabah

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 Juli 2020, 09:49 WIB
Program deposito tersebut meliputi Program Cashback Deposito Diskonto dan Program Apresiasi...
DOK BUKOPIN

Bank Bukopin Siapkan Program Istimewa untuk Nasabah Prioritas

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 Juli 2020, 09:42 WIB
Nasabah akan mendapatkan hadiah langsung, antara lain voucher belanja, logam mulia, dan premi asuransi atau saldo...
Antara/Aditya Pradana Putra

Sri Mulyani : Preseden RI Tangani Pandemi Ada di Jaman Belanda

👤 M Ilham Ramadhan 🕔Minggu 05 Juli 2020, 08:05 WIB
Covid-19  bisa dikatakan extraordinary dan unprecedented karena  presedennya adalah 100 tahun yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya