Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT ekonomi Piter Abdullah menilai bahwa pemerintah nampaknya tengah bersiap untuk melonggarkan atau bahkan mencabut Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dalam hal ini Indonesia tengah bersiap untuk memulai hidup baru atau new normal.
Keadaan ini dikatakan memang cukup dilematis, karena wabah pandemi covid-19 tidak bisa diperkirakan sampai kapan akan berlangsung.
"Kalau PSBB dilaksanakan tanpa kejelasan sampai kapan, perekonomian bisa mati. Masyarakat juga yang akan jadi korbannya, terkena PHK dan sebagainya. Disisi lain, melonggarkan apalagi mencabut PSBB juga ada risiko penyebaran wabah," ungkapnya kepada Media Indonesia, Rabu (27/5).
Untuk itu, Piter mengatakan pemerintah tengah mempersiapkan protokol kesehatan, bagaiman melonggarkan aktivitas ekonomi diiringi dengan protokol kesehatan. Saat ini, dia pun hanya bisa berharap masyaralat bisa disiplin melaksanakan protokol kesehatan tersebut.
Dia pun menegaskan saat ini kata kunci untuk menyukseskan protokol new normal ada pada disiplin Masyarakat. PSBB tanpa kedisiplinan pun sama saja tidak akan ada artinya.
"Sementara pelonggaran PSBB, membuka kembali aktivitas ekonomi yang diikuti kedisiplinan bisa jadi solusi tanpa harus diikuti ledakan penularan," sambung Piter.
Baca juga: IDAI: Perhatikan Kesehatan Anak dalam Skenario Normal Baru
Dalam penerapannya, Piter mengatakan bahwa new normal masih akan mengakibatkan konsumsi masyarakat yang masih tetap terbatas.
"Walaupun PSBB dilonggarkan, masyarakat tidak akan bisa untuk terus membeli baju baru, motor baru, perabot rumah yang baru. Masyarakat akan menahan diri, belanja yang pokok-pokok saja atau primary goods. Oleh karena itu konsumsi tidak akan mengalami lonjakan," ujar pria yang juga menjabat sebagai dosen Perbanas Institute tersebut.
Menurut Piter, pelonggaran ini tidak akan mengembalikan perekonomian dalam keadaan normal sebelum wabah terjadi.
Dia pun menambahkan ukuran keberhasilan new normal bukan pada ekonomi yang kembali ke posisi sebelum wabah. Namun pada kembalinya aktivitas masyarakat dengan menerapkan protokol kesehatan.
"Sehingga ekonomi bisa secara bertahap berjalan kembali sementara penyebaran wabah tetap bisa dikendalikan dalam artia tidak terjadi ledakan korban," pungkas Piter. (A-2)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
BMKG memprakirakan potensi cuaca signifikan di wilayah Indonesia, Minggu 1 Februari 2026, kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat
AMERIKA Serikat memperkuat kerja sama dengan Indonesia di sektor pangan dan produk agrikultur melalui penyelenggaraan Rasa Amerika Festival yang digelar di Jakarta, Sabtu (31/1).
Pelatih tim nasional futsal Indonesia Hector Souto menyebut Korea Selatan sebagai salah satu lawan yang menunjukkan konsistensi pertahanan tinggi.
Malaysia raih 42,2 juta wisman di 2025, sementara Indonesia lampaui target dengan 15,3 juta kunjungan. Simak perbandingan strategi pariwisata kedua negara di sini.
SAAT ini Indonesia disebut memasuki fase baru dalam perkembangan pasar kripto.
ANGGOTA Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini minta keterlibatan Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza atau (Board of Peace) yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump takdisalahartikan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved