Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA bawang putih dan bombay yang sempat melonjak, dalam sebulan terakhir kembali turun dan stabil di rata-rata Rp20.000 per kg. Namun, harga bawang putih mulai merangkak naik lagi di pasar.
Informasi yang dihimpun, kondisi harga di pasar Beringharjo Yogyakarta harga bawang putih H-3 sebelum Idul Fitri mulai naik Rp1.000. Bawang putih sinco naik dari Rp18.000 jadi Rp19.000 per kg. Bawang putih kating naik dari Rp22.000 jadi Rp23.000 per kg.
Di Surabaya harga dari importir ke distributor per 16 Mei 2020 masih Rp. 10.500 per kg. Tetapi pada tanggal 20 Mei 2020 sudah naik Rp. 12.500 per kg.
Naiknya harga bawang putih ini dipicu oleh akan berakhirnya masa relaksasi impor yang ditetapkan melalui Permendag nomor 27 Tahun 2020.
Namun di Jakarta, Menurut salah satu ketua Asosiasi Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Haji Anas, jelang H-1 Idul Fitri harga bawang putih di Jakarta masih stabil. Stabilnya harga tersebut karena kebijakan relaksasi impor dari pemerintah.
"Kondisi sekarang harga murah dan stabil, bawang putih jenis kating kami jual Rp15.000 per kilogram, kalau sudah dikupas Rp18.000 per kilogram, sedangkan jenis banci atau honan lebih murah, kami jual seharga Rp12.000," ungkap Anas kepada media di Jakarta, Sabtu (23/5).
Anas berharap, kebijakan relaksasi impor yang diberlakukan oleh pemerintah ini untuk selamanya, tidak cukup hanya saat pandemi saja, karena kebijakan relaksasi tersebut terbukti dan berhasil menurunkan harga bawang putih.
"Mudah mudahan seperti ini terus, ini perlu kita kawal terus, jangan sampai pengusaha bikin ulah lagi, selalu membisiki penjabat kita. sehingga harga mahal dan bikin susah rakyat banyak," tegas Anas.
Oleh karena itu, lanjut Anas, dirinya sangat tidak setuju jika pemerintah kembali menghilangkan relaksasi impor tersebut.
"Sangat-sangat tidak setuju, karena memicu harga mahal. Buat apa harga mahal tapi barang kami tidak laku. Dan ini yang saya takutkan karena mengganggu keluar masuknya kebutuhan masyarakat, jangan salahkan kami karena diatasnya harga sudah mahal," katanya.
Sementara itu, Pemerhati Pertanian, Syaiful Bahari, menjelaskan masalah kenaikan harga komoditi yang terkait dengan impor seperti bawang putih, bombay dan gula, selama ini lebih banyak disebabkan oleh kebijakan restriksi atau pembatasan yang diberlakukan oleh pemerintah sendiri.
"Sebagai contoh bawang putih, komoditi ini selalu menuai kasus sejak 2014. Mulai dari gugatan di KPPU sampai operasi tangkap tangan oleh KPK. Sumber masalahnya satu SPI dan RIPH. Regulasi ini yang justru menyuburkan permainan kuota, penimbunan dan sampai rekayasa harga oleh sekelompok mafia pangan," jelasnya.
Untuk kasus bawang putih dan bombay, lanjut Syaiful, ketika relaksasi diberlakukan terbukti harga turun drastis. Bombay dari Rp150.000 per kg menjadi Rp17.000 sampai Rp20.000 per kg. Sehingga kedua komoditi ini menyumbang deflasi.
"Dengan demikian, ungkap Syaiful, sekarang tinggal tergantung pemerintah, apakah tetap membiarkan harga kembali bergejolak dan merugikan jutaan masyarakat sebagai konsumen karena dipaksa menerima harga yang tidak wajar. Atau tetap membuka relaksasi sambil membenahi tata niaga pangan nasional agar masalah gejolak harga tidak selalu terulang," tandasnya. (OL-13)
Baca Juga: Harga Bawang Putih sudah Normal
Cabai rawit saat ini mencapai Rp100 ribu per kilogram, dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram, atau naik sekitar 25 persen.
Komoditas seperti bawang merah dan bawang putih tercatat naik di kisaran 5 hingga 10 persen, harga cabai merah dan cabai besar juga naik.
Pantauan di Pasar Gedhe Klaten, Senin (9/3), harga beras lokal medium IR-64 stabil Rp14.000 per kilogram, dan beras Bulog SPHP tetap Rp12.500 per kilogram.
Beras premium kelas I yang sebelumnya Rp14.400 per kg menjadi Rp15.200 per kg dan beras premium kelas II naik dari Rp 14 ribu kg menjadi Rp14.800 per kg
Daging sapi dijual Rp 140 perkg, daging ayam Rp 39 ribu perkg, telur telur ayam Rp 29 ribu hingga Rp 31.500 per kg.
Harga cabai rawit merah sempat di angka Rp100 ribu per kilogram, kemudian turu. 80 ribu per kilogram, dan saat ini kembali hampir Rp100 ribu per kilogram.
Psyllium, sterol tumbuhan, omega-3, teh hijau, hingga bawang putih terbukti membantu menurunkan kolesterol LDL. Simak penjelasan ahli dan manfaatnya untuk jantung.
Bawang putih memiliki umbi berwarna putih yang terdiri dari beberapa siung dan memiliki aroma serta rasa yang kuat. Selain digunakan sebagai penyedap masakan
PENELITI Center of Reform on Economics (CoRE), Eliza Mardian menyatakan bahwa niat pemerintah untuk menyetop impor bawang putih dalam 5 tahun mendatang kurang realistis.
Bawang putih merupakan salah satu bumbu dapur wajib yang hampir selalu digunakan dalam berbagai masakan Nusantara maupun internasional.
SEJUMLAH ilmuwan dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sharjah, Uni Emirat Arab, melaporkan bahwa ekstrak bawang putih berpotensi dimanfaatkan sebagai obat kumur cegah bau mulut.
Peneliti menemukan makanan seperti bawang putih, sayuran hijau, daging, hingga kebiasaan minum alkohol dapat mengubah aroma tubuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved