Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA minyak menguat pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah persediaan minyak mentah di Amerika Serikat (AS) turun dalam pekan terakhir.
Namun kenaikan dibatasi oleh kekhawatiran atas kejatuhan ekonomi dari pandemi virus korona dan margin penyulingan yang lemah.
Harga minyak berjangka kembali pulih dari pelemahan baru-baru ini karena produksi telah menurun lebih cepat dari yang diperkirakan, mengurangi kelebihan pasokan yang menyebabkan tempat-tempat penyimpanan terisi.
Minyak mentah berjangka Brent untuk penyerahan Juli naik US$1,10 atau 3,2%, menjadi menetap pada US$35,75 per barel. Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk penyerahan Juli, berakhir naik US$1,53 atau 4,8% menjadi US$33,49 per barel.
Data Badan Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun lima juta barel pekan lalu. Sementara persediaan di Cushing, Oklahoma, pusat pengiriman WTI turun 5,6 juta barel.
"Yang dikonfirmasi oleh laporan ini adalah bahwa mimpi terburuk Anda - bahwa kita akan kehabisan ruang penyimpanan - mungkin tidak akan terjadi," kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group.
"Kita perlu melihat lebih banyak tanda-tanda bahwa penyeimbangan kembali terjadi, terutama melalui lebih banyak permintaan," kata Gene McGillian, direktur riset pasar di Tradition Energy.
Baca juga: Risalah Pertemuan The Fed Tekan Pergerakan Dolar AS
Continental Resources, salah satu produsen minyak serpih terbesar AS pada Rabu (20/5) mendesak regulator energi negara bagian Dakota Utara untuk melakukan intervensi di pasar minyak melalui langkah-langkah membatasi produksi.
Produksi di Dakota Utara telah turun lebih dari setengah juta barel per hari (bph) dan, bersama dengan pengurangan di Texas dan di tempat lain, membantu mendukung harga.
Permintaan bahan bakar telah meningkat karena pembatasan telah diperlonggar di seluruh dunia, dan data pengiriman menunjukkan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu mematuhi janji mereka untuk memotong 9,7 juta barel per hari dalam pasokan.
Persediaan bensin dan sulingan AS naik minggu lalu, karena permintaan turun. Lemahnya keuntungan penyulingan minyak mentah dapat menunda pemulihan permintaan.
Kekhawatiran yang berkepanjangan tentang dampak ekonomi dari pandemi virus korona terutama di Amerika Serikat, konsumen minyak terbesar dunia, membatasi keuntungan.
Pembuat kebijakan Federal Reserve mengulangi janji untuk melakukan apa yang diperlukan guna menopang ekonomi AS, tulis risalah pertemuan kebijakan bank sentral AS 28-29 April yang dirilis pada Rabu (20/5).
Kecuali jika ada peristiwa besar seperti keputusan baru OPEC, pemotongan yang diperpanjang atau penguncian baru, harga kemungkinan akan tetap di sekitar level saat ini, kata Paola Rodriguez Masiu, analis pasar minyak senior di Rystad Energy. (A-2)
Penurunan produksi di tiga negara pertama sekitar seperlima dari total produksi Januari mereka, dan di Irak mencapai 70%, menurut laporan tersebut.
Iran, produsen terbesar ketiga di Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), memompa sekitar 4,5% dari pasokan minyak global.
Donald Trump mengonfirmasi komunikasi dengan Nicolás Maduro saat AS meningkatkan tekanan militer terhadap Venezuela.
Pada Juli, negara-negara OPEC+ mencatatkan peningkatan produksi minyak sebesar 411.000 barel per hari.
Presiden Donald Trump meminta Arab Saudi dan OPEC menurunkan harga minyak untuk membantu mengakhiri perang Rusia-Ukraina.
Harga minyak mentah dunia merupakan indikator penting dalam ekonomi global. Fluktuasi harga minyak mentah berdampak langsung pada berbagai sektor.
Menyusul konflik di Timur Tengah yang dilancarkan oleh serangan udara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir bulan lalu, pasukan Iran secara efektif memblokir Selat Hormuz.
Konflik AS-Iran picu lonjakan harga minyak global. Ini daftar 10 negara yang menaikkan harga BBM, termasuk Vietnam, Singapura, dan Australia.
Tarif melintasi Selat Hormuz disebut mencapai Rp34 miliar per kapal. Simak fakta lengkap dan dampaknya terhadap harga minyak dunia dan ekonomi global.
MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan skema kerja bekerja dari rumah (work from home) atau WFH dampak dari kenaikan harga minyak.
Airlangga menilai, penerapan WFH berpotensi memberikan penghematan signifikan terhadap konsumsi bahan bakar, khususnya dari sektor transportasi.
Hubungan AS-Inggris memanas. Presiden Trump sebut Inggris mengecewakan karena enggan terlibat aktif dalam pengamanan Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved