Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
EMAS melonjak lagi pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi), memperpanjang keuntungan untuk hari keempat berturut-turut, karena data ekonomi suram AS dan ketegangan perdagangan AS-Tiongkok yang baru menambah kekhawatiran tentang kemerosotan ekonomi akibat pandemi virus korona.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi COMEX New York Mercantile Exchange pada Jumat (15/5) terangkat US$15,4 atau 0,88% menjadi ditutup pada US$1.756,3 per ounce. Emas berjangka melonjak US$24,5 atau 1,43% menjadi US$1.740,9 pada Kamis (14/5), melanjutkan kenaikan US$9,60 atau 0,56% menjadi US$1.716,4 pada Rabu (13/5), setelah menguat US$8,8 atau 0,52% menjadi US$1.706,8 pada Selasa (12/5).
Sebuah laporan yang dirilis oleh Departemen Perdagangan AS pada Jumat (15/5) menunjukkan penjualan ritel AS merosot 16,4% pada April, di tengah penguncian atau lockdown virus korona yang telah menutup bisnis ritel.
Sementara itu Federal Reserve AS mengatakan pada hari yang sama bahwa produksi industri turun 11,2% pada April, penurunan bulanan terbesar dalam sejarah indeks 101-tahun di tengah wabah covid-19 yang sementara waktu menutup banyak pabrik.
Baca juga: Pinjaman Likuditas Bermasalah Ditangani LPS
Federal Reserve New York menempatkan indeks negara bagian Empire di negatif 48,5 poin pada Mei, angka yang merupakan terendah kedua dalam catatan, menunjukkan kondisi memburuk.
Menambah skenario ekonomi yang suram adalah gesekan antara Amerika Serikat dan Tiongkok terbaru karena wabah virus corona, dengan Presiden Donald Trump menyatakan dia bahkan dapat memutuskan hubungan dengan Beijing.
"Orang-orang enggan mengambil risiko dan masa depan tampaknya tidak pasti ... Emas memberi Anda rasa perlindungan sekarang karena kita akan memasuki periode ini," kata Phil Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago, seperti dikutip oleh Reuters.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 91,4 sen atau 5,66%, menjadi ditutup pada US$17,07 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli melonjak US$42,1 atau 5,43%, menjadi menetapkan pada US$817,1 per ounce. (A-2)
Analisa harga emas Sabtu 31 Januari 2026. Usai anjlok ke Rp3,12 juta per gram, akankah emas Antam rebound akhir pekan ini? Cek prediksi dan faktor pemicunya.
Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mengajak masyarakat untuk mengalokasikan investasi mereka ke SBN.
Ketidakpastian global akibat meningkatnya risiko geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia masih menjadi tantangan utama pada 2026.
Prediksi harga emas Antam untuk Jumat, 30 Januari 2026. Tren bullish berlanjut, harga diproyeksikan tembus Rp3,2 juta per gram menyusul rekor global.
HIMPUNAN Kawasan Industri Indonesia (HKI) menegaskan komitmennya dalam memajukan perindustrian nasional berbasis teknologi tinggi.
Allianz Global Investors (AllianzGI) menilai perekonomian global memasuki 2026 dalam kondisi yang masih tertekan, namun menunjukkan ketahanan yang relatif solid.
PEMERINTAH Tiongkok mengeksekusi 11 terpidana, termasuk anggota keluarga Ming, yang terlibat jaringan penipuan telekomunikasi lintas negara serta pembunuhan berencana di Myanmar.
PM Kanada Mark Carney membantah klaim Gedung Putih bahwa dirinya menarik kembali kritik terhadap Trump. Simak polemik tarif 100% dan perdagangan dengan Tiongkok.
Skandal besar guncang Tiongkok. Jenderal Zhang Youxia diduga bocorkan rahasia nuklir ke AS dan terlibat korupsi.
Ketegangan AS-Kanada memuncak. Donald Trump mengancam tarif impor 100% setelah PM Carney menyepakati kemitraan strategis dengan Tiongkok.
Peneliti Tiongkok melalui misi Chang’e 6 mengungkap mengapa sisi jauh Bulan berbeda dengan sisi dekat. Temuan isotop kalium berikan bukti hantaman purba.
Tiongkok membidik target ekonomi 4,5-5% pada 2026. Fokus beralih ke kualitas pertumbuhan dan stabilitas domestik guna menghindari stagnasi jangka panjang ala Jepang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved