Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BISNIS perhotelan merupakan salah satu sektor yang paling terkena dampak pandemi virus korona (covid-19). Agar bisa menjaga eksistensi hotel di kala korona, Ketua Himpunan Humas Hotel Jakarta Pramita Sari mengungkapkan, sektor perhotelan harus memutar otak untuk bertahan.
"Salah satunya lewat memberikan pelayanan dan produk yang relevan dengan situasi kondisi pandemi covid-19," ujar Pramita dalam Webinar Media Academy, Rabu (6/5).
Menurutnya, hotel harus menggunakan model komunikasi yang bersifat empati, berguna, dan memberi solusi.
Caranya, dengan memperbanyak soft selling karena sebagai brand harus menunjukkan empati di kondisi pandemi.
Selain itu, program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang sebelumnya menyasar berkegiatan untuk anak yatim bisa mencari potensi lain yang lebih relevan.
Seperti, memberikan makanan atau alat pelindung diri (APD) pada rumah sakit atau petugas medis.
Pramita juga memberikan saran agar hotel memberikan satu porsi pada pengantar makanan jika melakukan pemesanan (secara daring ke hotel).
Pramita juga memina hotel untuk menjaga eksistensi dengan memanfaatkan media sosial.
"Pihak hotel bisa memberikan tips memasak atau resep melalui media sosial, seperti Instagram atau Facebook," ujarnya. (OL-4)
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved