Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan periode arus modal masuk (capital inflow) dan arus modal keluar (capital outflow) di Indonesia dapat dilihat dari pola data historis.
Menurut Perry, pada akhirnya pola pergerakan arus modal asing ke Indonesia akan berimplikasi pada penurunan yield Surat Berharga Negara (SBN) dan penguatan nilai tukar rupiah.
"Kalau kita lihat rujukan. Kita lihat angka-angka dari 2011 sampai sekarang, rata-rata periode outflow selama 4 bulan, tidak lebih dari 4 itu. Jumlah yang outflow berapa? Sekitar Rp 29,2 triliun," papar Perry dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Kamis (30/4).
Baca juga: Bappenas: 2021, Titik Pemulihan Ekonomi dan Sosial Pascapandemi
"Tapi setelah outflow, apa yang terjadi? Ada periode inflow. Berapa lama? 21 bulan. Jumlah yang inflow ke SBN berapa? Rp 229 triliun. Jadi maksud saya, memang kita berat saat ini. Tapi jangan terlalu pesimistis. Liat angka-angka historis," sambung Perry.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan kondisi pasar modal di negara berkembang masih bergejolak. Hal itu berdampak pada cadangan devisa di Bank Indonesia yang mengering, serta melemahnya nilai tukar rupiah.
Baca juga: Khawatir NPL Naik, Banyak Investor Lepas Saham Perbankan
"Capital flow masih jadi satu faktor yang menyebabkan ketidakpastian dan gejolak yang harus kita jaga bersama. BI tentu yang paling depan, karena ini langsung berimbas pada nilai tukar rupiah dan cadangan devisa. Namun ini juga memengaruhi SBN dan penerimaan negara," jelas Ani, sapaan akrabnya.
Belum lagi, lanjut dia, pandemi covid-19 menyebabkan banyak pemodal khawatir dan mulai bertindak irasional. Pasalnya, modal asing yang tercatat dalam SBN keluar hingga Rp 120 triliun per Maret.
"Memang Maret kemarin sangat menantang. Kepanikan akibat covid-19 menyebabkan terjadinya hal yang irasional pada sektor keuangan," tandas Ani.(OL-11)
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkap pelemahan rupiah dipicu tekanan global dan domestik, dengan modal asing keluar Rp25,1 triliun pada Januari 2026.
Arus modal portofolio asing kembali mengalir ke pasar keuangan Indonesia seiring menyempitnya selisih suku bunga antara Amerika Serikat dan Indonesia.
Tren kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) berlanjut. Pada akhir pekan lalu, IHSG ditutup pada rekor tertinggi baru di level 8.051,1 atau naik 0,53%.
Sejak awal tahun hingga 3 Juli 2025, modal asing keluar bersih di pasar saham dan SRBI masing-masing sebesar Rp52,95 triliun dan Rp34,72 triliun.
Sejak awal tahun ini hingga 15 Mei 2025, modal asing keluar bersih di pasar saham dan SRBI masing-masing sebesar Rp52,23 triliun dan Rp20,54 triliun.
DI tengah ketidakpastian global dan naiknya tensi geopolitik, Indonesia justru mencuri perhatian sebagai salah satu primadona investasi asing di kawasan Asia Tenggara.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved