Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menyebutkan bahwa sekitar 1,8 juta tenaga kerja di Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) telah dirumahkan, bahkan sebagian ada yang sudah di-PHK.
Hal ini sebagai akibat dampak pandemi covid-19 yang menyebabkan permintaan tekstil turun, kesulitan bahan baku dan pembatasan sosial skala besar (PSBB) yang ditetapkan pemerintah. Diperkirakan akan ada sekitar 70% pabrik tekstil yang akan menutup usahanya karena tidak kuat menghadapi dampak pandemi covid-19 ini.
Tekanan terhadap pelaku usaha semakin bertambah karena ketika mereka ingin menutup pabrik berarti harus merumahkan atau mem-PHK karyawannya dan menyediakan dana yang cukup besar untuk membayar pesangon. Belum lagi karena berdekatan dengan hari raya Idul Fitri, mereka harus menyiapkan pesangon.
Restrukurisasi kredit yang dijukan ke bank juga tidak bisa berlangsung dengan cepat. Bahkan saat ini perbankan malah meminta untuk membayar bunga dan juga pokok pinjaman.
"Jadi situasinya sulit bagi mereka (pengusaha tekstil atau garmen). Dana ada tapi terbatas. Mau bayar cicilan kredit ke bank tapi berarti mengorbankan pekerja. Bisa diamuk (buruh) nanti," ungkap pengusaha nasional yang juga mantan Menteri Bappenas Paskah Suzetta saat berbincang dengan Media Indonesia melalui sambungan telepon.
Para pengusaha itu berharap bahwa perbankan sebagai kreditur dapat memahami kesulitan pengusaha dan tidak menerapkan pola restrukturisasi seperti dalam keadaan normal. Sebab ini merupakan situasi yang tidak normal sehingga butuh penanganan khusus.
Keluhan terhadap perbankan juga dikemukakan Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI), Redma Gita Wirawasta. Meski Otoritas Jasa keuangan (OJK) telah menerbitkan POJK 11/2020 yang memberikan keleluasaan sektor perbankan untuk merelaksasi kepada kreditur yang mengalami kesulitan memenuhi kewajibannya, namun hiingga saat ini pihak perbankan belum memberikan relaksasi itu.
Baca juga : 70% Industri Tekstil Terancam Gulung Tikar Akibat Covid-19
Sektor perbankan masih menganggap ini ketidakmampuan perusahaan memenuhi kewajibannya sebagai kegagalan bisnis biasa, bukan karena ada kejadian bencana nasional.
Paskah melanjutkan bahwa arahan pemerintah sudah tepat untuk membantu pelaku usaha agar tidak sampai menghentikan usahanya. Namun untuk itu implementasi di level teknis perlu dipercepat. Sehingga para pelaku usaha dapat terbantu.
"TPT ini termasuk industri yang strategis. Mereka menyerap tenaga kerja, produknya dibutuhkan di dalam negeri. Dan juga mereka bisa menembus pasar ekspor sehingga mendatangkan devisa. Jangan sampai mereka kolaps sehingga membuat ekonomi sulit recovery ketika covid-19 berlalu," ujarnya.
Rencana pemerintah dalam APBN 2020 yang menyiapkan dana Rp150 triliun untuk dipergunakan membantu pelaku usaha yang mengalamai kesulitan perlu diikuti dengan sistem seleksi yang ketat. Jangan sampai nanti malah jatuh ke tangan pengusaha yang tidak layak mendapat bantuan.
"Saya dengar yang akan dibantu itu (kredit) pengusaha yang statusnya masih lancar pada Maret. Itu sudah bagus. Tinggal eksekusinya saja di lapangan agar tidak melenceng," tandas Paskah. (Wan/E-1)
CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) di sektor tekstil.
ASOSIASI Garmen dan Tekstil Indonesia (AGTI) menggelar pertemuan dengan jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai guna membahas berbagai persoalan strategis dalam penguatan ekosistem industri tekstil nasional dari sektor hulu hingga hilir.
Pelaku industri kecil menengah (IKM) Kota Bandung siap untuk memperluas pasar ekspor, terutama melalui kemitraan manufaktur dengan pelaku industri kreatif Australia.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap identitas mafia penyelundupan tekstil, baja, dan barang lainnya yang siap ditangkap.
Hingga kuartal I 2025, investasi baru di sektor industri tekstil mencapai Rp5,40 triliun, menyerap 1.907 tenaga kerja tambahan, dan menjaga total lapangan kerja pada angka 3,76 juta orang.
ekonom menyebut gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia berpotensi semakin besar, terutama di industri padat karya seperti tekstil dan alas kaki.
HP Inc berencana memangkas hingga 6.000 karyawan secara global hingga 2028 sebagai bagian dari efisiensi dan percepatan adopsi AI.
PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo menetapkan dividen tunai sebesar Rp1,5 triliun kepada pemegang saham/negara setelah membukukan kinerja keuangan 2024 yang melesat.
Pergantian direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dalam RUPSLB pada 15 Oktober 2025 dinilai sebagai langkah strategis untuk mempercepat transformasi.
CEO BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan, proses restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh masih terus berlangsung.
Seknas Fitra menyoroti laporan keuangan kuartal I 2025 PT Telkom Indonesia yang mengalami penurunan dari Rp37,4 triliun menjadi Rp36,6 triliun pada kuartal pertama 2025.
BTN siapkan restrukturisasi KPR bagi wartawan di tengah krisis industri media. Program rumah subsidi diluncurkan untuk 1.000 unit, berpeluang naik jadi 3.000.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved