Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Di Tengah Wabah, Pertanian Harus Tetap Produksi

M. Iqbal Al Machmudi
22/4/2020 12:35
Di Tengah Wabah, Pertanian Harus Tetap Produksi
Sektor pertanian tetap produksi(Antara)

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) menyampaikan ditengah masalah wabah covid-19, petani tetap memproduksi bahan pangan untuk kebutuhan pangan masyarakat.

Sekjen Kementan, Momon Rusmono, mengatakan berbicara pandemi tidak hanya masalah kesehatan masalah yang lain jangan sampai lengah yakni masalah pangan. Jika masalah itu terjadi dan tidak bisa diselesaikan dengan baik akan muncul masalah sosial dan ekonomi.

Oleh karena itu Momon menyampaikan tiga poin yang harus dilakukan petani ditengah pandemi. Poin tersebut merupakan inisiasi dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

"Ada tiga poin yang disampaikan. Pertama, Menteri mengajak semua komponen ASN, pelaku usaha, stakeholder harus bekerja keras dan berkomitmen dalam menyediakan pangan untuk 267 juta Penduduk Indonesia," kata Momon saat membuka diskusi daring dengan judul 'Meraup Untuk Bisnis Pangan Petani Milenial di Tengah Pandemi Covid-19', Rabu (22/4).

Kedua adalah menjaga keseimbangan supply dan demand bahan pangan, dan juga harus menjaga stabilisasi harga pangan agar tetap terjaga.

Momon mencontohkan adanya produksi yang meningkat tetapi harga naik, contohnya harga bawang merah di Brebes Jawa Tengah harganya Rp26 ribu per kg tetapi ketika sampai di Jakarta mencapai Rp40 ribu per kg.

"Dan terakhir stakeholder harus bekerja dengan baik mulai dari pemerintah pusat dan daerah terkait masalah harga diselesaikan dengan kepala dingin, tingkatkan koordisansi dan komunikasi dalam menyelesaikan pangan," ujar Momon.

Untuk itu Kementan melakukan antisipasi dengan menggandeng petani milenial agar turut serta mengamankan dan membantu mendistribusikan pangan dari petani hingga ke tangan konsumen.

"Saya mengajak petani milenial juga harus mampu berorientasi pada ekspor dan memanfaatkan IT untuk kebutuhan pemasaran," ungkapnya.

Saat ini dalam pendistribusian pangan di tengah wabah kementan bekerjasama dengan aplikator transportasi online.

"Banyak tantangan bagaimana menumbuh kembangankan petani milenial, bagaimana pemasaran dengan menggunakan IT bekerjasama dengan aplikator transpotasi online dan beberapa stratup petani milenial mari tumbuh kembangkan petani milenial," pungkasnya. (OL-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Baharman
Berita Lainnya