Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
SAHAM-saham Tokyo merosot pada perdagangan Senin, karena investor mengamankan keuntungan mereka menyusul kenaikan pasar akhir pekan lalu, di tengah kekhawatiran tentang dampak negatif virus korona terhadap bisnis.
Indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Saham Tokyo (TSE) merosot 1,15 persen atau 228,14 poin, dari tingkat penutupan Jumat (17/4), menjadi mengakhiri perdagangan di 19.669,12 poin.
Sementara itu Indeks Topix yang lebih luas dari seluruh saham papan utama di pasar Tokyo turun 0,70 persen atau 10,13 poin, menjadi ditutup pada 1.432,41 poin.
Beberapa investor juga mengambil pendekatan tunggu-dan-lihat menjelang laporan keuangan perusahaan-perusahaan besar seperti pembuat robot industri Fanuc, Canon, dan pembuat peralatan pengujian chip Advantest, semuanya siap untuk melaporkan laba pekan ini.
Perusahaan-perusahaan tersebut cenderung memberikan indikasi seberapa keras orang-orang Jepang pertama kali terkena dampak negatif dari pandemi global, kata ahli strategi pasar.
"Banyak perusahaan mengalami penghentian operasi dan penurunan permintaan karena penyebaran virus. Fokus pasar adalah pada seberapa buruk perkiraan pendapatan mereka untuk tahun fiskal berjalan mulai April," Yutaka Miura, analis teknis senior di Mizuho Securities Co, mengatakan.
Namun, analis lain memperingatkan bahwa beberapa perusahaan mungkin memilih untuk tidak merilis laporan pendapatan mereka karena kendala terkait virus.
"Banyak perusahaan tidak akan memberikan perkiraan karena Virus Corona, dan banyak investor siap untuk menerima itu," Hideyuki Ishiguro, Ahli Strategi Senior Daiwa Securities, mengatakan.
Pada penutupan perdagangan, saham-saham instrumen presisi, asuransi dan yang terkait konstruksi paling banyak mengalami menurun pada penutupan perdagangan.
Di papan utama, 1,065 miliar saham berpindah tangan, turun dari volume pada Jumat (17/4) sebesar 1,409 miliar saham, dengan nilai transaksi mencapai 1,965 triliun yen (US$18,24 miliar ).(OL-12)
Industri startup Indonesia yang semakin kompetitif tidak selalu memberikan ruang bertahan bagi perusahaan teknologi finansial.
IHSG Kamis pagi (5/3/2026) dibuka menguat 118,29 poin ke level 7.695,35. Simak analisis teknikal, kurs Rupiah terbaru, dan rekomendasi saham pilihan di sini.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, bukan karena sentimen domestik.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada perdagangan Rabu 4 Maret 2026, dibuka melemah.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak melemah terbatas pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026).
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Selasa (3/3) di tengah sikap pelaku pasar yang masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved