Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PENUTUPAN Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (16/4) berjalan dengan stagnan di zona merah. Anjloknya IHSG hari ini dipicu aksi jual saham oleh investor asing.
IHSG ditutup melemah 3,14% atau 145,3 poin ke posisi 4.480,61. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 4,57% atau 31,76 poin menjadi 662,69.
Analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusts Utama menilai bahwa sentimen negatif pergerakan bursa hari ini masih berkaitan erat dengan pandemi covid-19. Belum lagi adanya proyeksi IMF yang memprakirakan terjadinya resesi perekonomian global di tahun ini.
"Dari domestik, data penjualan mobil per Maret yang mengalami penurunan 15% juga menjadi sentimen negatif bagi IHSG," ungkapnya.
Dibuka melemah, IHSG tak mampu beranjak dari zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Secara sektoral, seluruh sektor telah terkoreksi. Sektor konsumer turun paling dalam yaitu minus 3,96%, diikuti sektor aneka industri dan sektor manufaktur masing-masing minus 3,92% dan minus 3,58%.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau "net foreign sell" sebesar Rp1,19 triliun.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 579.634 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 6,72 miliar lembar saham senilai Rp6,54 triliun. Sebanyak 100 saham naik, 308 saham menurun, dan 126 saham tidak bergerak nilainya.
Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 259,9 poin atau 1,33% ke 19.290,2, indeks Hang Seng melemah 138,9 poin atau 0,58% ke 24.006,4, dan indeks Straits Times menguat 10,18 poin atau 0,39% ke 2.615,74. (E-3)
Industri startup Indonesia yang semakin kompetitif tidak selalu memberikan ruang bertahan bagi perusahaan teknologi finansial.
IHSG Kamis pagi (5/3/2026) dibuka menguat 118,29 poin ke level 7.695,35. Simak analisis teknikal, kurs Rupiah terbaru, dan rekomendasi saham pilihan di sini.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, bukan karena sentimen domestik.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada perdagangan Rabu 4 Maret 2026, dibuka melemah.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak melemah terbatas pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026).
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Selasa (3/3) di tengah sikap pelaku pasar yang masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved