Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah berupaya sekuat tenaga agar Indonesia terhindar dari resesi ekonomi. Oleh karena itu pemerintah menggelontorkan sejumlah dana dan kebijakan guna melawan dampak covid-19.
Menurut pengamat ekonomi Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah, keberhasilan mencegah resesi atau tidak sangat ditentukan oleh seberapa cepat penanganan wabah Covid-19 ini. Setidaknya pemerintah harus menjamin daya tahan dunia usaha dan pemberian dana stimulus bagi perbaikan ekonomi.
"Resesi atau tidak itu sangat ditentukan oleh seberapa cepat kita menangani wabah, seberapa cepat proses recovery bisa kita lakukan," ujarnya pada Media Indonesia, Selasa (14/4).
Piter mengambil contoh apabila pada triwulan III wabah Covid-19 sudah membaik, maka pada triwulan IV pemerintah bisa melakukan perbaikan ekonomi (economic recovery).
Untuk menuju pada skenario itu ada beberapa upaya yang harus diupayakan pemerintah.
Pertama, sejauh mana pemerintah mampu mengurangi kerusakan di dunia usaha kita yang diakibatkan oleh wabah Covid-19. Ia menuturkan dunia usaha menyebutkan mereka hanya bisa bertahan hingga Juni pada tahun ini. Artinya tanpa adanya bantuan pemerintah mereka akan jatuh atau collapse.
"Kalau dunia usaha dibiarkan collapse di tengah wabah maka proses recovery akan berjalan lambat, resesi sudah pasti terjadi.
Dengan demikian sangat penting adanya bantuan pemerintah untuk meningkatkan daya tahan dunia usaha," jelasnya.
Baca Juga : Ekonomi RI Terancam Resesi, Menkeu : Kita Upayakan Tidak Terjadi
Selanjutnya yang kedua, seberapa besar dan seberapa cepat pemerintah menyalurkan dana stimulus untuk percepatan perbaikan economi. Saat ini pemerintah sudah mempersiapkan Rp150 triliun.
Apabila dana ini nilainya cukup dan juga dapat dengan cepat disalurkan untuk membantu proses recovery, dampaknya proses recovery itu akan bisa v shaped dan resesi sangat mungkin dihindari.
"Tapi kalau ternyata dana itu terlalu kecil dan juga sangat lambat disalurkan, proses recovery juga akan berjalan lambat resesi pasti kita alami," ungkapnya. (E-1)
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved