Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

BI: Global Bond Bisa Perkuat Cadangan Devisa

Despian Nurhidayat
08/4/2020 15:15
BI: Global Bond Bisa Perkuat Cadangan Devisa
Refleksi karyawan yang memantau pergerakan pasar uang dan obligasi.(Antara/Rosa Panggabean)

GUBERNUR Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menegaskan cadangan devisa sebesar US$ 121 miliar per Maret, dapat diperkuat kebijakan pemerintah yang menerbitkan surat utang negara global (global bond) senilai US$ 4,3 miliar.

“Sekarang cadangan devisa kita relatif stabil. Insya Allah kemarin kita mendengar pemerintah menerbitkan global bond sebesar US$ 4,3 miliar. Itu akan menambah cadangan devisa,” ungkap Perry dalam rapat bersama Komisi XI DPR melalui telekonferensi, Rabu (8/4).

Baca juga: Maret, Cadangan Devisa Turun Jadi US$ 121 Miliar

Diketahui, cadangan devisa Indonesia sempat turun US$ 9,4 miliar, atau dari US$ 130,4 miliar per Februari menjadi US$ 121 miliar per Maret. Penurunan disebabkan penggunaan cadangan devisa untuk membayar utang pemerintah yang jatuh tempo pada Maret sebesar US$ 2 miliar. Kemudian, US$ 7 miliar digunakan untuk memasok valas di pasar keuangan.

Bank sentral mengucurkan valas lantaran investor global mengalami kepanikan, yang ditandai dengan melepas saham dan obligasi dalam waktu bersamaan. Situasi itu terjadi di seluruh dunia akibat pandemi virus korona (covid-19).

“Bank Indonesia kemudian cenderung menjadi pemasok sendiri, karena saat itu extraordinary,” pungkas Perry.

Baca juga: Erick Dorong BUMN Terbitkan Obligasi Valas

Sementara itu, cadangan devisa sebesar US$ 121 miliar per maret dinilai cukup untuk tujuh bulan kebutuhan pembayaran impor, pembayaran utang pemerintah dan upaya menstabilkan nilai tukar rupiah.

Tambahan cadangan devisa dari penerbitan surat utang berdenominasi dolar AS, lanjut Perry, akan mendorong penguatan nilai tukar rupiah. Hingga akhir tahun ini, nilai tukar rupiah diperkirakan Rp15.000 per dolar AS. Pihaknya meyakini aliran modal asing yang masuk ke Indonesia akan semakin meningkat. Hal itu seiring dengan berbagai prediksi bahwa pandemi covid-19 berakhir pada kuartal IV 2020.(OL-11)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya