Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
RAPAT Umum Pemegang Saham Bangkok Bank Pcl akhirnya menyetujui perusahaan mengakuisisi 89,12% saham PT Bank Permata Tbk (BNLI) milik Standard Chartered Bank dan PT Astra International Tbk (ASII).
Sebanyak 85,46% pemegang saham Bangkok Bank menyetujui akuisisi saham Permata, 14,34% tidak setuju, dan 0,2% abstain. Dengan persetujuan pemegang saham yang solid tersebut, Bangkok Bank kini siap mengambil langkah maju untuk mengakuisisi keseluruhan saham Permata.
Dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Jumat (6/3), setelah memperoleh restu pemegang saham, Bangkok Bank akan meminta persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bank of Thailand (BOT) dan menggelar penawaran tender wajib (mandatory tender offer).
Director and Executive Vice President of Bangkok Bank Thaweelap Rittapirom mengatakan Bangkok Bank akan mengintegrasikan kantor cabang di Indonesia dengan Permata setelah proses akuisisi selesai pada akhir April 2020. "Ini sejalan dengan rencana akuisisi yang sudah dipublikasikan di media pada Maret 2020," ujar Thaweelap.
Berdasarkan dokumen rencana akuisisi tersebut, Bangkok Bank juga memastikan perusahaan tidak berencana mengakuisisi bank lain di luar Permata. (E-1)
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved