Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Mahkamah Agung Hatta Ali mengatakan, pihaknya telah berusaha menyelesaikan berbagai hambatan hukum dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
“MA menyadari, hukum merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi," katanya saat memberi laporan dalam Sidang Pleno Istimewa Laporan Tahunan Mahkamah Agung 2019 di Jakarta, Rabu (26/2).
Ia menyebutkan, MA mengambil peranan untuk mengurai berbagai hambatan dari sisi hukum itu demi kesejahteraan rakyat seperti menerapkan mekanisme gugatan sederhana, mendorong proses mediasi serta penanganan sengketa pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum yang berkeadilan.
"Mekanisme gugatan sederhana yang diterapkan sejak 2015 menjadi tren peningkatan dari sisi pemanfaatannya pada perkara perdata dan ekonomi syariah," paparnya
Baca juga : Jokowi Apresiasi Kinerja Mahkamah Agung
Pada 2019, jumlah perkara gugatan sederhana mencapai 8.460 perkara atau meningkat 33,65 persen dari 2018 yang hanya 6.469 perkara. MA pun, tambah Hatta, menaikkan nilai gugatan materil dari Rp200 juta menjadi Rp500 juta.
Hal tersebut tertuang dalam Peraturan MA No.4/2019 tentang Tata Cara Penyelesaian Gugatan Sederhana.
"Kemudian mediasi sebagai forum yang ramah bagi para pengusaha, juga terus didorong dalam penyelesaian sengketa-sengketa perdata dan perdata agama," kata dia.
Dipaparkan, pada 2019, terdapat 86.827 perkara di MA yang dibawa ke meja mediasi atau meningkat dari tahun sebelumnya sebanyak 86.814 perkara.
“Selain itu, MA juga menangani sengketa pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum di mana pada 2019, jumlah keseluruhan perkara yang diterima sebanyak 72 perkara dan telah diputus sebanyak 68 perkara,” pungkasnya. (OL-7)
Kondisi tersebut berubah pada era Presiden Joko Widodo. Pemerintah, kata Purbaya, gencar membangun infrastruktur di berbagai wilayah. N
Ketidakpastian global akibat meningkatnya risiko geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia masih menjadi tantangan utama pada 2026.
Allianz Global Investors (AllianzGI) menilai perekonomian global memasuki 2026 dalam kondisi yang masih tertekan, namun menunjukkan ketahanan yang relatif solid.
GUBERNUR Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan berdasar kajian kondisi perekonomian sepanjang 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 diperkirakan berada pada kisaran 4,7%-5,5%.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk meninggalkan sikap wait and see atau bereaksi menunggu terhadap dinamika pasar.
GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan masih terbuka peluang penurunan lanjutan suku bunga acuan atau BI Rate pada tahun ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved