Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Dampak Korona, BI Koreksi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi

M. Ilham Ramadhan Avisena
20/2/2020 15:49
Dampak Korona, BI Koreksi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, memberikan keterangan pers di Jakarta.(Antara/Akbar Nugroho Gumay)

BANK Indonesia mengoreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 menjadi 5%-5,4%. Adapun proyeksi sebelumnya tercatat 5,1%-5,5%.

Koreksi pertumbuhan ekonomi merupakan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 19-20 Februari. Pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional dipengaruhi penyebaran virus korona yang berasal dari Provinsi Hubei, Tiongkok.

"Revisi perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia, terutama karena tertahannya prospek pemulihan ekonomi dunia pascakorona, yang memegaruhi ekonomi Indonesia melalui pariwisata, perdagangan dan investasi," ujar Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (20/2).

Baca juga: Produktivitas Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi 2020

Padahal, dunia sempat optimistis dengan perbaikan ekonomi global, karena ketegangan konflik dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok mulai mereda. Hal itu ditandai kesepakatan perdagangan tahap pertama oleh kedua negara.

"Optimisme itu berubah setelah terjadi (wabah) virus korona, yang diperkirakan menekan ekonomi Tiongkok. Menghambat pemulihan ekonomi global, setidaknya pada triwulan I 2020," terang Perry.

Bank sentral, lanjut dia, merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2020 menjadi 3%, dari sebelumnya sebesar 3,1%. Akan tetapi, Perry meyakini pelemahan yang terjadi hanya bersifat sementara. Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi global akan membaik pada 2021, dengan proyeksi 3,4%.

"Hasil assesment kami menujukkan pengaruh korona ini akan jangka pendek, turun dan kemudian terjadi pemulihan," pungkas Perry.(OL-11)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya