Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia mengoreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 menjadi 5%-5,4%. Adapun proyeksi sebelumnya tercatat 5,1%-5,5%.
Koreksi pertumbuhan ekonomi merupakan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 19-20 Februari. Pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional dipengaruhi penyebaran virus korona yang berasal dari Provinsi Hubei, Tiongkok.
"Revisi perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia, terutama karena tertahannya prospek pemulihan ekonomi dunia pascakorona, yang memegaruhi ekonomi Indonesia melalui pariwisata, perdagangan dan investasi," ujar Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (20/2).
Baca juga: Produktivitas Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi 2020
Padahal, dunia sempat optimistis dengan perbaikan ekonomi global, karena ketegangan konflik dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok mulai mereda. Hal itu ditandai kesepakatan perdagangan tahap pertama oleh kedua negara.
"Optimisme itu berubah setelah terjadi (wabah) virus korona, yang diperkirakan menekan ekonomi Tiongkok. Menghambat pemulihan ekonomi global, setidaknya pada triwulan I 2020," terang Perry.
Bank sentral, lanjut dia, merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2020 menjadi 3%, dari sebelumnya sebesar 3,1%. Akan tetapi, Perry meyakini pelemahan yang terjadi hanya bersifat sementara. Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi global akan membaik pada 2021, dengan proyeksi 3,4%.
"Hasil assesment kami menujukkan pengaruh korona ini akan jangka pendek, turun dan kemudian terjadi pemulihan," pungkas Perry.(OL-11)
UBS menggelar UBS OneASEAN Summit untuk ke-14 kalinya dengan menghadirkan lebih dari 850 investor institusional, pembuat kebijakan, serta pemimpin industri dari berbagai negara.
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
Gubernur BI Perry Warjiyo proyeksikan pertumbuhan ekonomi RI triwulan I 2026 tetap kuat di tengah tantangan global. Simak faktor pendorong dan analisisnya.
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan langkah pemerintah dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5% sekaligus mempercepat pembangunan konektivitas.
Pelajari cara menghitung pertumbuhan ekonomi suatu negara dengan rumus PDB riil. Panduan lengkap beserta indikator dan contoh penghitungan mudah.
Transisi menuju ekonomi sirkular dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan yang inklusif, meningkatkan daya saing nasional, serta membantu pencapaian target Net Zero Emissions 2060.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved