Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Staf Kepresidenan, Moeldoko, bertemuKomisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk membahas penurunan harga gas industri, Selasa (14/1).
Gas merupakan salah satu komponen penggerak industri utama. Maka dari itu, isu tersebut akan terus menjadi perhatian pemerintah sampai harga gas benar-benar bisa ditekan sebagaimana keinginan Presiden Joko Widodo.
Baca juga: Ahok Pastikan Pemerintah Dukung Pertamina Perbaiki Strategi
"Harga gas harus diturunkan karena berkaitan dengan keberlangsungan industri di Indonesia," ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Adapun, Ahok mengatakan bahwa dirinya telah dipercaya oleh Moeldoko untuk menjalankan arahan dari Presiden. Terkait persoalan harga gas, lanjut dia, kebijakan strategis telah disiapkan perseroan dan siap segera diimplementasikan.
“Kami sudah ada rumusnya. Nanti silakan tanya ke direktur utama,” ucap Ahok.
Di luar itu, kedua belah pihak juga membahas tentang upaya pemberantasan mafia migas.
Namun, Ahok mengaku tidak membahas secara detail terkait persoalan tersebut bersama Moeldoko.
Baca juga: Perairan Natuna Harus Diramaikan Kapal Nelayan Indonesia
Sebelumnya, dalam sebuah rapat terbatas beberapa waktu lalu, Jokowi meluapkan kekesalan lantaran harga gas industri tidak kunjung turun hingga saat ini.
Padahal, perintah penurunan telah dituangkan empat tahun lalu dalam Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi. (OL-6)
Industri minyak dan gas (migas) global kini berada di bawah mikroskop regulasi lingkungan yang semakin ketat, terutama terkait emisi gas rumah kaca.
Inovasi teknologi migas kembali diadaptasi PT Pertamina Gas (Pertagas) untuk menjawab persoalan dasar masyarakat desa, khususnya dalam menjaga infrastruktur pipa air.
INSTITUTE for Essential Services Reform (IESR) menyoroti capaian rata-rata lifting minyak bumi (termasuk Natural Gas Liquid/NGL) pada 2025 sebesar 605,3 ribu barrel per hari.
Industri penunjang minyak dan gas (migas) dalam negeri semakin menunjukkan peran strategisnya.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melelang delapan blok migas.
Komitmen PHE OSES dalam menurunkan emisi dari sektor hulu migas kembali memperoleh pengakuan nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved