Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
Bursa Efek Indonesia (BEI) selaku otoritas pasar modal Indonesia menegaskan akan meningkatkan pengawasan dan pantauan untuk mencegah praktik saham gorengan yang kerap merugikan investor. Saham gorengan merujuk pada saham yang dapat tiba-tiba naik tinggi, tetapi kondisi fundamentalnya tidak baik.
“Tujuannya untuk menghilangkan praktik yang menciptakan harga tidak wajar melalui kemungkinan manipulasi harga oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi, kemarin.
Hasan mengatakan BEI selalu berupaya menjaga bursa dari praktik manipulasi pasar guna menciptakan kewajaran dalam bertransaksi, termasuk penciptaan harga yang benar-benar murni.
Dalam hal pencegahan, lanjut Hasan, BEI pihaknya melakukan seleksi kelengkapan administrasi, kecakapan kapasitas, kemampuan pengembangan usaha, dan tata kelola terhadap perusahaan-perusahaan yang hendak listing di bursa.
Perusahaan-perusahaan yang tidak memenuhi kriteria di atas bisa ditolak untuk melantai di BEI.
Sementara itu, untuk perusahaan yang telah masuk ke bursa, BEI melakukan pengawasan dari segi transaksi.
BEI, kata Hasan, akan meningkatkan kriteria dan parameter pengawasan transaksi sehari-hari. BEI juga melakukan suspensi jika harga-harga saham yang tidak wajar terus berlanjut.
Hal itu ditegaskan Hasan menanggapi imbauan Presiden Joko Widodo kepada BEI dan OJK untuk membersihkan praktik saham gorengan di pasar modal Indonesia. Menurut Jokowi, praktik manipulasi pasar dan transaksi keuangan yang menjurus pada kecurangan (fraud) harus ditindak tegas.
Terkait hal itu, analis Royal Investium Sekuritas Janson Nasrial mengatakan edukasi pasar modal harus masif diberikan kepada investor ritel sebagai upaya membersihkan saham gorengan.
“Investor ritel, kalau bicara modal dan pengetahuannya, tidak sepiawai investor institusi. Itu yang bisa kita lihat dari refleksi ucapan Pak Jokowi kemarin,” tandasnya. (Ifa/Medcom/E-3)
BEI kebut proposal ke MSCI & FTSE. Aturan free float 15% masuk tahap final OJK, sementara daftar konsentrasi pemegang saham segera dirilis.
Langkah ini merupakan bagian dari agenda reformasi luas guna memastikan ekosistem pasar yang lebih kredibel, adaptif, serta kompetitif di tingkat internasional.
SOROTAN lembaga pemeringkat dan indeks global seperti Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan Moody’s Ratings terhadap Indonesia dinilai memiliki dampak yang cukup serius.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mengembalikan kepercayaan investor.
PEJABAT Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengungkapkan, pihaknya akan meningkatkan transparansi pasar modal.
Pejabat Sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, mengatakan BEI dijadwalkan kembali melakukan pertemuan lanjutan dengan MSCI pada 11 Februari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved