Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk bersiap menguasai pasar milenial, terutama bagi mereka yang belum memiliki hunian.
Salah satu strategi yang dilakukan perseroan yakni meluncurkan aplikasi BTN Properti Mobile versi Android. Lewat aplikasi anyar itu, generasi Y dapat mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) lewat ponsel Android mereka.
Direktur Utama Bank BTN Pahala N Mansury mengatakan perseroan melihat potensi besar dari generasi milenial yang belum memiliki rumah di Indonesia.
Data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebut ada 81 juta orang di segmen generasi milenial yang belum memiliki rumah. Angka tersebut setara 31% dari jumlah populasi di Indonesia.
Baca juga: Perbankan Siapkan Rp150 T untuk Kebutuhan Natal dan Tahun Baru
“Sebagai pemimpin pasar KPR di Tanah Air, kami akan terus berinovasi menyediakan hunian yang mudah diakses dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Kali ini, kami berinovasi dengan menyajikan aplikasi BTN Properti Mobile yang memberikan berbagai kemudahan berbasis teknologi bagi generasi milenial yang tech-savvy,” ujar Pahala dalam acara Peluncuran BTN Properti Mobile di Jakarta, Rabu (18/12).
Pahala menjelaskan ada berbagai fitur BTN Properti Mobile yang dapat dinikmati kaum milenial di Indonesia. Di antaranya, aplikasi tersebut memiliki fitur 4D Tour Services yang membuat penggunanya dapat melihat unit rumah tanpa harus ke lokasi.
Fitur lain yang ditawarkan yakni tracking pengajuan kredit secara real time sehingga dapat mengetahui status permohonan kredit.
Bank BTN juga menawarkan fasilitas booking/fee payment melalui e-channel lewat aplikasi ini. Melalui aplikasi tersebut, pengguna juga dapat melihat kondisi fasilitas umum di sekitar unit rumah.
Calon debitur juga bisa mengajukan permohonan KPR secara daring melalui aplikasi BTN Properti Mobile Apps ini dan juga melalui situs www.btnproperti.co.id.
Ada pun, dalam situs tersebut, calon debitur bisa memilih hunian dari 507.445 unit properti milik kurang lebih 1800 developer.
Dalam kesempatan yang sama, Bank BTN juga melakukan Relaunching Program KPR Gaeesss For Millenials dengan tampilan baru yang lebih menarik dan dapat diakses lewat aplikasi BTN Properti Mobile.
Program KPR tersebut diracik sesuai dengan karakteristik kaum milenial yang menginginkan layanan yang dapat dengan mudah diakses dan cicilan yang terjangkau.
“Melalui relaunching ini kami menekankan bahwa KPR Gaeesss tersebut merupakan KPR untuk milenial yang merupakan program dari Bank BTN yang memiliki pengalaman sejak lama di sektor pembiayaan perumahan di Indonesia,” jelas Pahala.
Pahala melanjutkan KPR Gaeesss For Millenials merupakan kredit untuk pemilikan hunian bagi kaum milenial berusia 21-35 tahun.
Untuk KPR bagi kalangan muda ini, Bank BTN memberikan berbagai gimmick menarik di antaranya bebas biaya admin, suku bunga single digit, diskon provisi 50%, dan jangka waktu kredit hingga 30 tahun.
Bank BTN juga tidak mengikat para debitur dengan membebaskan mereka dari pengendapan dana.
Perseroan juga menawarkan fasilitas berupa memasukkan biaya proses akad kredit KPR ke plafon kredit. Selain itu, program ini pun dapat di-bundling dengan KPR Zero yang meliburkan pembayaran pokok selama 2 tahun. KPR Gaeesss For Millenials ini pun bisa dinikmati tidak hanya di ibu kota, tapi juga di seluruh Indonesia.
Sejak resmi ditawarkan pada Oktober 2018 hingga November 2019, Bank BTN sukses mencatatkan penyaluran KPR Gaeesss senilai Rp9,3 triliun. Nilai tersebut setara penyaluran untuk 27.593 unit hunian bagi kalangan milenial.
“Kami membidik dengan relaunching KPR Gaeesss For Millenials dan launching aplikasi BTN Properti Mobile dapat meningkatkan penyaluran KPR tersebut mencapai kurang lebih Rp11 triliun,” kata Pahala.
Untuk menggarap kaum milenial, Bank BTN juga memiliki berbagai produk dan layanan perbankan berbasis teknologi seperti mobile banking dan internet banking. Perseroan juga menjadi bagian dari LinkAja untuk mempermudah transaksi menggunakan uang elektronik di ponsel.
Sementara itu, hingga akhir November 2019, secara total, Bank BTN mencatatkan penyaluran KPR secara keseluruhan mencapai Rp190,15 triliun. Posisi tersebut tercatat naik 11,2% secara tahunan dari Rp171 triliun per November 2018. (OL-2)
KENAIKAN harga rumah yang terus tinggi menjadi salah satu faktor harga rumah semakin sulit terjangkau, termasuk oleh gen Z. Di sisi lain, pertumbuhan pendapatan sangat minim.
OJK menegaskan hanya segelintir calon debitur KPR dengan skema FLPP terkendala akibat catatan di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
Generasi milenial menjadi kelompok paling banyak menerima manfaat program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang disalurkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).
Kementerian PKP sedang mengkaji skema Rent to Own (RTO) atau sewa-beli untuk mendukung program pembangunan 3 juta rumah, dengan fokus utama pada penyediaan pembiayaan bagi pekerja informal.
BTN menegaskan posisinya sebagai penyalur terbesar Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2025.
Segmen pasar menengah saat ini menjadi target pasar yang menjanjikan. Hal ini didorong oleh dominasi end-user, khususnya generasi milenial, Gen Z, serta pasangan muda.
Melalui ajang kompetisi tahunan BTN Housingpreneur 2025, peserta berpeluang masuk ke jaringan bisnis nyata
Generasi milenial menjadi kelompok paling banyak menerima manfaat program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang disalurkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).
Khusus untuk BTN, Purbaya memprediksi penyaluran kredit hanya tembus Rp10 triliun dari Rp25 triliun yang dialokasikan hingga akhir tahun.
BTN menegaskan posisinya sebagai penyalur terbesar Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2025.
Bank BTN Cabang Nusa Tenggara Timur (NTT) menargetkan pembangunan rumah bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 800 unit selama 2025.
Sepuluh developer ini mencatat kontribusi signifikan dengan total realisasi kredit mencapai Rp1,7 triliun, setara 50% dari total KPR Non Subsidi yang disalurkan BTN
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved