Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 19 bank di Indonesia dinilai berkinerja terbaik dalam memberikan dukungan pembiayaan kepada UMKM dengan indikator pertumbuhan kredit dan rasionya yang memihak kepada usaha mikro dan kecil.
Pemimpin Umum Majalah Peluang Irsyad Muchtar mengatakan, pihaknya mengukur bank-bank berkinerja terbaik dalam pembiayaan UMKM dengan metodologi penilaian rating mengedepankan pertumbuhan dan rasio.
“Kami berharap dengan adanya rating ini, perbankan semakin bergairah untuk menyalurkan dananya kepada UMKM,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (29/11)
Pada kriteria pertumbuhan diukur perkembangan tahunan kredit usaha mikro kecil dan kredit UMKM selama 2017-2018.
Sementara ukuran rasio yang digunakan meliputi rasio kredit UMKM terhadap total kredit, rasio kredit bermasalah UMKM, rasio kredit UMK terhadap kredit UMKM, dan rasio permodalan.
Sebanyak 19 bank berkinerja terbaik dalam pembiayaan UMKM yakni BRI, BNI, Bank Mega, Bank Jateng, Bank Bukopin, Bank KEB Hana Indonesia, Bank Mandiri Taspen, Bank Nagari, Bank Sulselbar, BTPN Syariah, dan Bank Mestika Dharma.
Kemudian Bank BCA Syariah, Bank Sahabat Sampoerna, Bank Jasa Jakarta, Bank Oke Indonesia, Bank Bengkulu, Bank Yudha Bhakti, Bank Amar Indonesia, dan IBK Bank Indonesia.
Irsyad mengatakan, pemerintah mendorong perbankan untuk menyalurkan pembiayaan ke sektor UMKM melalui Peraturan Bank Indonesia Nomor 17/12/PBI/2015 tentang Pemberian Kredit atau Pembiayaan oleh Bank Umum dan Bantuan Teknis dalam rangka pengembangan UMKM.
“Dalam regulasi tersebut, rasio kredit UMKM terhadap total kredit setiap bank ditargetkan minimal sebesar 20 persen pada akhir 2018,” katanya. (OL-11
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved