Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo)/ IPC Evelyn G. Masassya mengungkapkan bahwa holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor pelabuhan akan terealisasi pada tahun depan.
Pelindo II yang mengoperasionalkan 16 pelabuhan di Indonesia optimistis menjadi holding BUMN pelabuhan.
"Saya yakin Pelindo II akan jadi holding. Suatu saat hanya akan ada satu pelabuhan di Indonesia, Pelindo and corporation yang mengelola Sabang-Merauke dan region-region lainnya," katanya di sela-sela acara Ngopi BUMN di Jakarta (20/11).
Saat ini, pihaknya sedang membicarakan konsep holding bersama Menteri BUMN Erick Thohir dan Wakilnya. Erick sudah menunjuk wakil direktur utama Pelindo II yang sebelumnya Deputi di Kementerian BUMN untuk mengurus proses persiapan holding tersebut.
Di sisi lain, kordinasi dengan Pelindo region lain pun terus berjalan.
Baca juga : Soal Ahok Jadi Bos BUMN, Politisi PKB: Yang Penting Ubah Perilaku
"Proses kajiannya kita harapkan 6 bulan bisa selesai. Di tahun 2020 harusnya bisa terwujud," tambah Evelyn.
Menurutnya, proses kajian yang dilakukan adalah untuk mmenetukan konsep holding yang tepat. Selain itu, juga untuk membahas persiapan-persiapan dari selurub Pelindo.
"Dengan cara ini diharapkan pengelolaan pelabuhannya bisa lebih efisien, lebih standar pelabuhan di Indonesia dari Sabang sampai Merauke," paparnya.
Holding BUMN Pelabuhan, jelas Evelyn akan menyatukan 4 perusahaan plat merah yang bergerak di sektor pelabuhan.
Melalui holding, lanjutnya diharapkan semua pelabuhan di Indonesia akan mempunyai standar operasional yang sama serta standar infrastruktur yang sama pula. Selain itu, dari sisi keuangan pun akan lebih kuat. (OL-7)
Pengelolaan pelabuhan dan operasional kapal tidak berada dalam satu entitas yang sama. Pengelolaan pelabuhan berada di bawah kendali Pelindo sementara operasional kapal oleh Pelni.
Program Green Terminal dirancang sebagai skema sertifikasi fasilitas pelabuhan berbasis delapan pilar keberlanjutan.
Transformasi ini tidak hanya mencakup perubahan nama, tetapi juga peluncuran logo baru yang memvisualisasikan semangat sinergi dalam ekosistem pelabuhan dan rantai pasok nasional.
Akibat produktivitas bongkar muat yang menurun di beberapa jalur pelabuhan, pemilik kapal dan pengguna jasa pelabuhan mengeluh lantaran biaya operasional mereka melonjak.
JICT mengoperasikan dua side loader electric vehicle (EV) dan dua reach stacker EV sebagai upaya memperkuat modernisasi peralatan dan menjawab tantangan kinerja terminal pelabuhan.
Ribuan kapal dan perahu nelayan di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah masih bertahan sandar di sejumlah pelabuhan perikanan dan muara sungai akibat gelombang tinggi dan badai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved