Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat, secara akumulasi, nilai ekspor sepanjang Januari-Oktober 2019 mencapai US$139,11 miliar. Sebaliknya, nilai impor yang dibukukan ialah US$140,89 miliar. Dengan demikian, dalam 10 bulan di tahun ini, neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit US$1,78 miliar.
Meskipun masih defisit, jumlahnya menurun jauh dari tahun lalu yang mencapai US$5,57 miliar.
Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan, pada tahun ini kinerja ekspor dan impor memang berjalan hampir selalu seimbang.
“Ketika terjadi surplus, surplusnya tipis. Saat defisit, defisitnya pun tipis. Jadi, tahun ini memang tidak terjadi banyak fluktuasi seperti di 2018,” jelas Suhariyanto di Jakarta, kemarin.
Sejak Mei, selisih antara ekspor dan impor tidak pernah lebih dari US$300 juta.
Pada Mei, surplus tercatat U$218,5 juta. Berlanjut ke Juni, surplus kembali terjadi dengan angka US$297,3 juta. Sedikit tergelincir pada Juli, neraca dagang menderita defisit US$64,3 juta.
Lalu kembali surplus di Agustus sebesar US$112,4 juta dan turun lagi menjadi defisit US$163,9 juta pada September.
Hingga akhirnya neraca dagang kembali surplus US$161,3 juta di Oktober.
Kondisi perekonomian dunia yang tidak stabil menjadi alasan utama mengapa kinerja perdagangan relatif stabil sepanjang tahun.
Banyak negara maju seperti Jepang dan Amerika Serikat yang menahan belanja karena mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi.
“Kondisi sekarang memang berat. Dengan perang dagang yang masih terus berlanjut, harga komoditas yang berfluktuasi, ini akan menjadi tantangan besar ke depan,” ucap Suhariyanto.
Saat ditemui secara terpisah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Oktober 2019 membuktikan keberhasilan program pemerintah.
“Pencapaian ini mengindikasikan berbagai program yang dijalankan pemerintah berada pada arah yang benar,” ujarnya.
Airlangga menyebutkan realisasi nilai ekspor pada Oktober 2019 melebihi ekspektasi yang diperkirakan banyak pengamat sehingga pemerintah pun akan merencanakan berbagai hal untuk terus mendukung peningkatan kinerja ekspor.
“Salah satunya dari sisi kemudahan dan penyederhanaan proses perizinan dan investasi melalui omnibus law,” ujarnya.
Studi kelayakan
Dalam rangka penjajakan pendalaman akses pasar, Indonesia dan Kolombia sepakat untuk segera memulai studi kelayakan bersama (joint feasibility study/JFS).
Kesepakatan tersebut dicapai pada Pertemuan Persiapan Perjanjian Perdagangan Masa Depan Indonesia-Kolombia (Preparatory Meeting of Indonesia-Colombia Future Trade Agreement) di Bogota, Kolombia, awal pekan ini.
Direktur Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan Ni Made Marthini mengungkapkan studi kelayakan bisa dimulai segera awal bulan depan dan ditargetkan selesai pada Juni 2020.
“Kami sudah siapkan kerangka acuan kerja bersama yang tinggal diimplementasikan ke depannya,” ujar Made melalui keterangan resmi, kemarin.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, pada 2018 nilai ekspor Indonesia ke Kolombia tercatat sebesar US$141,1 juta. Adapun impor Indonesia dari Kolombia sebesar US$18 juta. Dengan begitu, surplus bagi Indonesia sebesar US$123 juta. (Ant/E-1)
Selain mahasiswa Polstat STIS yang terdiri dari 227 mahasiswa dan 283 mahasiswi, BPS juga mengerahkan 50 pegawai BPS Pusat, serta pegawai BPS di kabupaten/kota terdampak.
AKHIR 2025 publik dikejutkan hasil tes kemampuan akademik (TKA) jenjang SMA yang menunjukkan rata-rata nilai mata pelajaran wajib berada pada level yang relatif rendah.
Harga cabai rawit yang sempat membubung hingga Rp75.000 per kg, sekarang Rp38.000 per kg. Pun, cabai besar merah harga jual di pedagang Rp40.000 per kg.
BPS mencatat inflasi Desember 2025 sebesar 0,64 persen (mtm). Kelompok makanan, minuman, dan tembakau, khususnya cabai rawit dan daging ayam, menjadi penyumbang terbesar.
KEPALA Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M Rizal Taufikurahman memberikan pandangan terkait angka inflasi Desember 2025.
Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menjadi kelompok provinsi dengan tingkat inflasi bulanan tertinggi pada Desember 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved