Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bank Victoria International Tbk terus melakukan ekspansi bisnis. Salah satunya dengan membuka dua cabang baru di Solo dan Medan.
Bank Victoria juga terus menggiatkan digitalisasi layanan melalui mobile banking dan internet banking.
“Ekspansi kita akan didukung digitalisasi yang lebih baik lagi. Mobile banking dan internet banking akan terus kita kembangkan sehingga mempermudah nasabah,” kata Direktur Utama Bank Victoria Ahmad Fajar dalam public expose di Jakarta, kemarin.
Selain memudahkan nasabah, peningkatan digitalisasi perbankan digunakan agar bisa bersaing dan membuat pihaknya mencapai target secara lebih efektif dan efisien.
“Sekarang kan ada fintech (financial technology) yang benar-benar memanfaatkan keunggulan teknologi. Tentu kita tidak ingin ketinggalan. Kita harus terus lakukan inovasi yang bisa menarik nasabah,” imbuhnya.
Dia menambahkan, ke depannya salah satu fitur yang dikembangkan ialah membuka rekening melalui mobile dan internet sebelum ke bank.
Selain itu, salah satu keunggulannya ialah fitur transfer dana ke mana pun tanpa biaya.
Ada pula fitur-fitur lain yang akan dikembangkan pada mobile banking dan internet banking Bank Victoria.
Adapun di triwulan III 2019, Bank Victoria meraup total laba bersih Rp35,4 miliar.
Pertumbuhan kredit naik sebesar Rp15.717 miliar atau bertumbuh 3,68% year on year (yoy).
Di samping itu, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 5,47% secara month on month (mom) atau naik menjadi Rp21.722 miliar dengan total aset dan ekuitas masing-masing mencapai Rp27.869 miliar dan Rp3.011 miliar.
Adapun obligasi subordinasi berkelanjutan II Bank Victoria mulai dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Obligasi BVIC02SBCN2 dicatatkan dengan nilai nominal Rp150 miliar dan tingkat bunga 11,25% dengan jangka waktu 7 tahun.
Hasil pemeringkatan untuk obligasi ialah idBBB (triple B) dari Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Bertindak sebagai wali amanat dalam emisi ini ialah PT Bank Mega Tbk. (Van/E-1)
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved