Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
STABILITAS fundamental makroekonomi domestik yang inklusif dan berkesinambungan memberikan katalis positif bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) maupun rupiah pagi ini, Senin (4/11). Hal tersebut diungkapkan Analis Binaartha Technical Research M. Nafan Aji kepada Media Indonesia.
Hingga pukul 10.30 WIB, IHSG bergerak di zona hijau dan menguat di level 6.228,05. Angka tersebut naik 20,86 poin atau 0,34% dari penutupan sebelumnya 6.207,19. Pada pembukaan pagi tadi, IHSG berada di level 6.219,13.
Baca juga: IHSG Dibuka Menguat, Pasar Nantikan Rilis Kinerja Sejumlah Emiten
Senada dengan penguatan IHSG, rupiah pun dibuka menguat ke level Rp14.002 atau naik 0,26% dari penutupan perdagangan sebelumnya.
"Di sisi lain, meredanya tensi perang dagang antara AS dan Tiongkok sangat diapresiasi oleh para pelaku pasar," ungkap Nafan.(OL-5)
IHSG turun 1,05% akibat kekhawatiran kebijakan tarif AS. Temukan saham-saham yang paling terpengaruh dalam penurunan ini.
IHSG hari ini ditutup melemah 1,05% ke level 8.235,26. Pelaku pasar khawatir atas tarif impor panel surya dan penyelidikan sektor perikanan oleh Amerika Serikat.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, 26 Februari 2026, sempat dibuka di zona hijau.
Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana menyatakan optimismenya terkait proposal yang diajukan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kepada penyedia indeks global MSCI.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada pembukaan perdagangan Rabu, 25 Februari 2026, mengalami penguatan.
IHSG hari ini ditutup melemah ke level 8.280,83. Simak analisis pemicu koreksi indeks, dampak kebijakan tarif AS, serta daftar saham top gainers dan losers.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved