Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
GABUNGAN Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mencatat, pada Juli, ekspor produk minyak sawit sebesar 2,91 juta ton, tumbuh 16% dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya 2,52 juta ton.
Peningkatan pembelian terbesar dibukukan Bangladesh dengan kenaikan hingga 264%. Diikuti India dengan lonjakan 77%.
Direktur Eksekutif Gapki Mukti Sardjono mengungkapkan seharusnya pertumbuhan ekspor bisa tumbuh lebih besar.
"Tapi perang dagang yang terus terjadi antara Amerika Serikat dan Tiongkok mengganggu pasar minyak nabati dunia," ujar Mukti melalui keterangan resmi, Selasa (17/9).
Baca juga: Kinerja Ekspor Sawit dan Produk Turunannya Cukup Memuaskan
Sebagaimana diketahui, AS juga merupakan produsen minyak nabati yang bersumber dari kedelai. Karena akses produk itu ke pasar Tiongkok tertutup rapat, akhirnya Negeri Paman Sam menyebar produknya ke berbagai negara lain dengan harga yang rendah.
Akhirnya, banyak negara yang membagi pembelian antara minyak nabati sawit dan kedelai. Minyak nabati asal sawit pun harus menurunkan harga agar dapat bersaing dengan minyak kedelai AS.
Sedianya, minyak sawit Indonesia juga cukup banyak menggantikan minyak kedelai AS di Tiongkok.
Pada Juli, penjualan produk sawit ke Tiongkok mampu tumbuh hingga 50%. Namun, menurut Mukti, Indonesia tidak boleh terlalu menggantungkan diri kepada pasar global.
Penggunaan dalam negeri baik untuk keperluan pangan ataupun biodiesel tetap harus didorong agar serapan semakin besar.
"Indonesia perlu segera merumuskan mekanisme yang memungkinkan pengaturan stok ke pasar dunia. Dengan begitu, kita yang nantinya akan menentukan harga," tandasnya.(OL-5)
Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan produksi dan stok crude palm oil (CPO) nasional dalam kondisi aman untuk mengantisipasi lonjakan permintaan minyak goreng selama Ramadan.
Subholding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo, mencatat laba bersih unaudited sebesar Rp6,19 triliun sepanjang tahun buku 2025.
Normansyah menegaskan BPDP berkomitmen berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kementerian terkait dalam mempercepat program-program perkebunan tersebut.
Di tengah harga energi global yang masih bergejolak dan tekanan impor bahan bakar minyak yang terus membayangi anggaran negara, kebijakan energi kini tak lagi sekadar urusan teknis.
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
BERBAGAI komentar negatif terus dinarasikan dalam beberapa bulan terakhir ini terkait dengan komoditas nonmigas andalan utama ekonomi nasional, yakni kelapa sawit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved