Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Itama Ranoraya, perusahaan yang bergerak di bidang distribusi alat kesehatan, akan melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) pada 10 Oktober mendatang dengan melepas sebanyak-banyaknya 500 juta saham atau 25% dari jumlah modal disetor setelah penawaran umum.
Adapun, harga yang ditawarkan kepada publik berada di kisaran Rp315 sampai Rp375 per saham.
Direktur Utama Itama Ranoraya Teten Setiawan mengungkapkan perusahaan menargetkan perolehan dana sebesar Rp125-150 miliar dari aksi penawaran umum tersebut.
Sebanyak 60% dari dana perolehan itu akan digunakan untuk mengembangkan pusat serta jejaring pemasaran di beberapa kota di Indonesia hingga 2020 mendatang.
Adapun, sebanyak 40% akan dimanfaatkan untuk memperkuat modal kerja perseroan.
"Sebagai distributor, kami harus mengembangkan pergudangan dan jaringan distribusi. Untuk pengembangan jaringan, kami akan fokus di lima kota besar di luar Jawa yakni Surabaya, Medan, Makassar, Palembang dan Semarang," ujar Teten di Jakarta, Kamis (12/9).
Baca juga: IPO Hansel Davest Indonesia Diiringi Oversubcribe 39,5 Kali
Walaupun sepanjang tahun ini kenaikan indeks pasar saham tidak terlalu signifikan, ia optimistis peluang yang bisa diraih masih sangat besar.
"Kami melihat sekarang investor domestik itu masih mendominasi. Jadi kalaupun ada investor asing yang masuk dan keluar di market, sisi domestik kita sudah kuat," tandasnya.
Itama Ranoraya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan dan distribusi alat kesehatan seperti oneject auto disable syringe, abbott diagnostic, terumoBCT dan ortho clinical diagnostic yang sebagian besar didatangkan dari India.
Mereka menyalurkan peralatan tersebut kepada pemerintah, Palang Merah Indonesia, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional dan beberapa perusahaan swasta.(OL-5)
Industri startup Indonesia yang semakin kompetitif tidak selalu memberikan ruang bertahan bagi perusahaan teknologi finansial.
IHSG Kamis pagi (5/3/2026) dibuka menguat 118,29 poin ke level 7.695,35. Simak analisis teknikal, kurs Rupiah terbaru, dan rekomendasi saham pilihan di sini.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, bukan karena sentimen domestik.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada perdagangan Rabu 4 Maret 2026, dibuka melemah.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak melemah terbatas pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026).
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Selasa (3/3) di tengah sikap pelaku pasar yang masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved