Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGGARAP pasar baru di tengah perang dagang dan kondisi perekonomian global yang tidak menentu adalah sebuah harga mati.
Indonesia tidak bisa hanya bergantung pada mitra-mitra dagang lama seperti Tiongkok, Amerika Serikat, Jepang atau Uni Eropa yang selama ini menjadi mitra dagang terbesar dan utama.
Indonesia harus mulai mengembangkan jaringan ke pasar-pasar baru yang memiliki potensi kuat tetapi masih terpendam. Salah satunya adalah Afrika.
Pangsa pasar produk-produk Indonesia di kawasan tersebut masih sangat minim. Padahal, terdapat 1,2 miliar penduduk di sana yang membutuhkan berbagai barang-barang yang bisa diproduksi perusahaan-perusahaan Tanah Air.
"Ini yang sedang kita upayakan sekarang, diversifikasi partner. Itu adalah keharusan," ujar Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo di Nusa Dua, Bali, Rabu (21/8).
Baca juga: Ambisi Indonesia Penetrasi Pasar Afrika
Ia menjelaskan, terlalu menggantungkan diri kepada mitra tradisional adalah hal yang tidak sehat. Pasalnya, jika suatu saat mitra tersebut melakukan manuver, menghentikan pembelian produk dari Tanah Air, Indonesia jelas akan kelimpungan.
"Istilahnya kita mati angin. Tidak bisa kemana-kemana, tidak bisa apa-apa," tuturnya.
Maka dari itu, lanjut Iman, Indonesia harus mengamankan pasar-pasar lain yang belum banyak tersentuh.
Memang, merangsek ke negara-negara baru tentu bukan perkara mudah. Pemerintah harus mengidentifikasi dari awal, apa yang bisa dikerjasamakan antarnegara. Hasilnya pun tidak akan bisa langsung dirasakan secara instan.
"Kita bisa lihat Tiongkok. Mereka masuk ke Afrika itu sudah 15 tahun lalu. Sekarang, ketika mereka perang dagang dengan Amerika, perekonomian mereka masih bisa berlanjut karena banyak pasar lain," jelasnya.(OL-5)
Indonesia menyambut baik rencana investasi dan kerja sama jangka panjang SINOVAC, termasuk di bidang riset dan pengembangan vaksin.
Goethe-Institut memandang bahasa, budaya, dan pendidikan sebagai sarana untuk menghubungkan orang-orang lintas disiplin dan lintas batas negara.
Penguatan juga akan menyasar pada pengawasan ruang siber yang saat ini menjadi medan baru berbagai pelanggaran hukum internasional.
Joint Venture yang baru dibentuk akan mendorong program modernisasi terintegrasi skala besar untuk meningkatkan operational readiness dan system interoperability TNI.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Jepang melalui NEDO menawarkan beberapa skema kerja sama penelitian untuk menyiapkan industri di bidang energi baru dan teknologi.
Kedua perguruan tinggi menargetkan kontribusi lebih besar menciptakan pendidikan berkualitas bagi industri dan masyarakat.
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat penyerapan tenaga kerja nasional menunjukkan tren membaik pada November 2025.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan terakhir tahun 2025 dengan kinerja positif, menguat tipis sebesar 2,68 poin.
Anjloknya harga emas pada perdagangan hari ini memberikan tekanan langsung terhadap sentimen saham-saham tambang emas di Bursa Efek Indonesia (BEI).
IHSG mengakhiri perdagangan Selasa sore di zona merah. Tekanan jual muncul seiring investor melakukan aksi ambil untung (profit taking) menjelang libur dan cuti bersama Natal.
Sektor non-migas menjadi pendorong utama surplus perdagangan Batam pada September 2025, dengan mesin dan peralatan listrik (HS 85) mendominasi ekspor dengan nilai US$831,02 juta.
PRESIDEN Prabowo Subianto menyatakan pentingnya dukungan terhadap investasi asing sebagai bagian dari upaya mempercepat kemakmuran nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved