Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Presiden Jusuf Kalla memberi saran kepada para milenial yang berkumpul dalam peluncuran 1.000 startup 'ignite the nation' di Istora senayan. Kalla mengingatkan agar para milenial yang ingin menjadi pengusaha agar tidak banyak berteori tetapi langsung mempraktekkannya.
Kalla menganalogkan belajar berbisnis atau membuat suatu usaha layaknya belajar berenang.
Baca juga: Menkeu: Generasi Milenial jadi Tonggak Kemajuan Ekonomi Digital
"Menjadi pengusaha, membangun startup seperti belajar berenang, banyak baca semua buku tentang berenang lalu terjun ke sungai. Itu pasti tenggelam. Tapi turun pelan-pelan dari pinggir, 3-4 hari bisa berenang," tutur Kalla di Istora Senayan Jakarta, Minggu (18/8).
"Tidak usah baca teorinya terlalu banyak, mulai saja dulu," imbuh Kalla.
Lebih lanjut, Kalla juga menyatakan, bahwa menjadi pengusaha umumnya memang selalu dimulai sejak usia muda. Ia pun bercerita ketika memulai usaha memang sejak muda yakni sekitar 22 tahun, begitu juga Eric Tohir dan pengusaha lainnya.
"Jadi sebetulnya kita hanya ganti-gantian saja, Ini namanya estafet bangsa, hanya caranya saja yang berbeda beda," tutur Kalla disambut riuh para pengusaha muda.
Kalla mengungkapkan generasi milenial sekarang sebagai pengusaha lebih beruntung dibandingkan generasinya saat memulai usaha. Pada zamannya, Kalla menceritakan ia harus terlebih dahulu berusaha mencari suplier, cari bahan baku cari paasar hingga sepatunya tipis.
Generasi saat ini lebih beruntung karena semuanya hanya tinggal mengetik dari laptop di rumah langsung mendapat pembeli. Namun, Wapres mengingatkan hal tersebut harus dilandasi dengan ilmu pengetahuan dan keberanian.
"Kalau anda tidak memulai sekarang, ya kapan lagi anda mulai? Kalau kita tidak mulai berusaha startup, kita akan menjadi konsumen (negara lain)," pungkasnya. (OL-6)
KABAR mengenai Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Muhammad Jusuf Kalla melakukan negosiasi dengan Duta Besar Iran agar kapal tanker Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz dibantah Komdigi
Jusuf Kalla (JK) sampaikan duka cita atas gugurnya prajurit TNI dalam misi UNIFIL Lebanon. Sebut mereka pahlawan kemanusiaan dan kebanggaan bangsa Indonesia.
Kehadiran TNI dalam misi perdamaian internasional menjadi bukti nyata komitmen Indonesia dalam menjaga ketertiban dunia sebagaimana amanat konstitusi.
Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla menilai Indonesia perlu menunjukkan sikap tegas terhadap konflik yang melibatkan Iran, terutama jika negara tersebut menjadi pihak yang diserang.
Yayasan Muslim Sinar Mas (YMSM) wakafkan 2.000 mushaf Al-Quran melalui Dewan Masjid Indonesia (DMI) guna memperkuat literasi keimanan dan solidaritas umat.
KONFLIK Israel-Amerika dengan Iran sedikit banyak berpengaruh bagi Indonesia, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved