Kamis 01 Agustus 2019, 17:19 WIB

Indonesia Optimistis Kalahkan UE terkait Sawit

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Indonesia Optimistis Kalahkan UE terkait Sawit

MI/Panca Syurkani
Lokasi kebun kelapa sawit seluas 200 hektar yang dikelola CSR PT Kideco Jaya Agung, Desa Legai, Kecamatan Batu Sopang

 

MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution optimistis Indonesia akan memenangi kasus bea masuk antisubsidi biodiesel yang dicuatkan Uni Eropa jika membawanya ke Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO).

UE, menurutnya, mengeluarkan tuduhan yang tidak berdasar dan Indonesia siap menunjukkan bukti-bukti tidak ada subsidi yang dikeluarkan pemerintah untuk industri biodiesel.

"Kami bisa buktikan. Dari dulu kami juga punya buktinya. Uni Eropa memang tidak mau berhenti saja menyerang produk sawit Indonesia," ujar Darmin di Jakarta, Kamis (1/8).

Dalam beberapa kesempatan, Indonesia selalu memenangi kasus-kasus terkait sawit melawan Eropa.

Pada 16 Februari 2018, Court of Justice EU (CJEU) mengeluarkan keputusan yang menguatkan putusan Hakim General Court, menyebutkan Indonesia tidak melaksanakan kebijakan dumping untuk produk sawit.

Baca juga: Pemerintah Berkomitmen Selesaikan Persoalan Industri Sawit

Akhirnya, UE membatalkan pengenaan BMAD yang rencananya efektif berlaku Maret 2018.

Indonesia juga berhasil terbebas dari pengenaan BMAD atas impor biodiesel melalui keputusan panel Badan Penyelesaian Sengketa WTO pada 26 Oktober 2017. Panel DSB memenangkan klaim Indonesia atas Uni Eropa pada sengketa DS 480-EU-Indonesia Biodiesel.

Darmin menilai Uni Eropa tidak akan berhenti menyerang produk sawit Tanah Air selama mereka belum mampu bersaing secara sehat. Sebagaimana diketahui, produktivitas kelapa sawit dalam satu hektare (ha) lahan merupakan yang tertinggi dibandingkan produk minyak nabati lainnya seperti rapeseed, bunga matahari dan kedelai.

Setiap satu hektare lahan kelapa sawit dapat menghasilkan 4 ton minyak sawit. Sementara, produktivitas bunga matahari hanya 0,6 ton per ha dan kedelai hanya 0,4 ton per ha.

"Sawit enggak bisa tumbuh di Eropa. Jadi dari berbagai upaya untuk menyerang dilakukan terus," ujarnya.

Indonesia juga terus memperbaiki tata kelola perkebunan sawit di nusantara. Mulai dari pembenahan data hingga standardisasi sertifikasi Sistem Kelapa Sawit Berkelanjutan (ISPO).

Saat ini, pemerintah tengah merampungkan peraturan presiden terkait ISPO. Di dalamnya, akan mengatur mengenai standar pengelolaan perkebunan sawit yang berkelanjutan.(OL-5)

Baca Juga

Dok. ASHA

Sehari Melantai di Bursa, Saham ASHA Langsung Naik 35% dan Sentuh ARA 

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 23:03 WIB
Baru saja listing, saham Perseroan sudah menyentuh Auto Reject Atas (ARA) dengan menguat 35 persen atau 35 point di level Rp135 per lembar...
ANTARA

Kemenperin Gandeng JICA Dorong Pertumbuhan Industri Otomotif

👤Ihfa Firdausya 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 23:00 WIB
KEMENTERIAN Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pertumbuhan industri otomotif di Tanah...
Dok. Apotek K-24

Apotek K-24 Lakukan Pembukaan 35 Gerai Baru Secara Serentak

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 22:50 WIB
Manajer Operasional Apotek K-24 Endah Eka Yani mengatakan, Apotek K-24 masih terus menargetkan penambahan gerai di seluruh...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya