Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani menyambut positif langkah Bank Indonesia yang menurunkan suku bunga acuan dari 6% menjadi 5,75%.
Menurutnya, kebijakan tersebut sudah tepat dan sesuai dengan kondisi perekonomian di Tanah Air yang tergolong sangat baik.
Indikatornya ialah, peringkat sovereign bond yang bagus, inflasi rendah, cadangan devisa meningkat, pemilu berjalan damai.
Ia pun berharap relaksasi yang dilakukan bank sentral dapat segera direspons perbankan dengan menurunkan suku bunga pinjaman. Dengan begitu, kebijakan tersebut akan memberi dampak signifikan karena bisa membantu mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Pertumbuhan ekonomi semester pertama diprediksi berada di kisaran 5,1%. Ini sudah bagus. Tapi kita tetap perlu katalis untuk semester kedua. Salah satunya ya dengan penurunan suku bunga acuan ini dan ini harus diikuti penurunan suku bunga pinjaman," ujarnya kepada Media Indonesia, Jumat (19/7).
Baca juga: Jokowi Minta Pengembangan Blok Masela Banyak Serap Pekerja Lokal
Penurunan suku bunga kredit, lanjutnya, tidak hanya menguntungkan pelaku usaha, tapi juga perbankan.
"Ketika pengusaha melakukan pinjaman untuk kembangkan bisnis, perbankan juga menjadi lebih ekspansif dalam memberikan kredit. Semua akan mendapat manfaat," jelasnya.
Hal senada diutarakan Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto. Ia optimistis penurunan suku bunga acuan oleh BI akan mampu mendorong penjualan kendaraan bermotor sepanjang tahun ini.
"Perbankan pasti akan ikut menurunkan suku bunga kredit mereka. Itu akan mendongkrak angka penjualan kendaraan terurama mobil," papar Jongkie.
Kendati demikian, ia mengatakan penurunan suku bunga kredit tidak akan langsung terjadi dalam waktu dekat. Setidaknya, dibutuhkan waktu satu hingga dua bulan untuk perbankan melakukan penyesuaian.
"Saya pikir tidak mungkin langsung turun. Perlu penyesuaian untuk bisa ke sana," tuturnya. (OL-8)
BANK Indonesia Solo sediakan uang baru untuk menyambut Lebaran 2026 sebanyak Rp4,59 triliun, yang layanan pelaksanaan penukaran untuk masyarakat, akan dimulai 23 Februari-13 Maret 2026.
Ingin tukar uang baru untuk Lebaran 2026? Simak panduan lengkap cara daftar di PINTAR BI, jadwal resmi, hingga syarat penukaran paket Rp5,3 juta. Cek linknya di sini!
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 42 poin ke Rp16.828 per dolar AS. Penguatan dolar dan naiknya probabilitas The Fed menahan suku bunga pada Maret 2026 menekan pergerakan rupiah.
BANK Indonesia (BI) mencatat lebih dari 36 persen volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) secara nasional berasal dari DKI Jakarta.
Meskipun sejumlah daerah terdampak bencana hidrometeorologi, stok bahan pangan pokok di Sumbar dalam kondisi aman dan mencukupi untuk beberapa bulan ke depan.
LEMBAGA pemeringkat Moody's mempertahankan sovereign credit rating Republik Indonesia pada Baa2 dan melakukan penyesuaian outlook menjadi negatif pada 5 Februari 2026.
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) akan terus memperkuat pengawasan di sektor perbankan seiring dengan semakin kompleksnya aktivitas perbankan yang semakin beragam dan cepatnya digitalisasi.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved