Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani menyambut positif langkah Bank Indonesia yang menurunkan suku bunga acuan dari 6% menjadi 5,75%.
Menurutnya, kebijakan tersebut sudah tepat dan sesuai dengan kondisi perekonomian di Tanah Air yang tergolong sangat baik.
Indikatornya ialah, peringkat sovereign bond yang bagus, inflasi rendah, cadangan devisa meningkat, pemilu berjalan damai.
Ia pun berharap relaksasi yang dilakukan bank sentral dapat segera direspons perbankan dengan menurunkan suku bunga pinjaman. Dengan begitu, kebijakan tersebut akan memberi dampak signifikan karena bisa membantu mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Pertumbuhan ekonomi semester pertama diprediksi berada di kisaran 5,1%. Ini sudah bagus. Tapi kita tetap perlu katalis untuk semester kedua. Salah satunya ya dengan penurunan suku bunga acuan ini dan ini harus diikuti penurunan suku bunga pinjaman," ujarnya kepada Media Indonesia, Jumat (19/7).
Baca juga: Jokowi Minta Pengembangan Blok Masela Banyak Serap Pekerja Lokal
Penurunan suku bunga kredit, lanjutnya, tidak hanya menguntungkan pelaku usaha, tapi juga perbankan.
"Ketika pengusaha melakukan pinjaman untuk kembangkan bisnis, perbankan juga menjadi lebih ekspansif dalam memberikan kredit. Semua akan mendapat manfaat," jelasnya.
Hal senada diutarakan Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto. Ia optimistis penurunan suku bunga acuan oleh BI akan mampu mendorong penjualan kendaraan bermotor sepanjang tahun ini.
"Perbankan pasti akan ikut menurunkan suku bunga kredit mereka. Itu akan mendongkrak angka penjualan kendaraan terurama mobil," papar Jongkie.
Kendati demikian, ia mengatakan penurunan suku bunga kredit tidak akan langsung terjadi dalam waktu dekat. Setidaknya, dibutuhkan waktu satu hingga dua bulan untuk perbankan melakukan penyesuaian.
"Saya pikir tidak mungkin langsung turun. Perlu penyesuaian untuk bisa ke sana," tuturnya. (OL-8)
Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk Hosianna Evalita Situmorang mengamini keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan BI di 4,75%
BANK Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate hari ini 17 Maret 2026 sebesar 4,75 persen untuk memperkuat rupiah
Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan BI-Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Maret 2026.
Penukarkan Uang Baru Melalui Mobil Keliling Bank Indonesia
BRI menyiapkan uang tunai sebesar Rp25 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Lebaran 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan, pengendalian nilai tukar rupiah dari dolar Amerika Serikat masih dapat dilakukan dengan baik.
OJK mencatat ketahanan permodalan berada pada level yang sangat kuat, memberikan ruang ekspansi sekaligus bantalan risiko yang memadai
Pentingnya penerapan prinsip pengenalan nasabah yang mendalam.
KEPALA Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae menegaskan kinerja intermediasi perbankan tetap tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga.
Bank Mandiri menilai perpanjangan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) oleh Kementerian Keuangan dapat memperkuat likuiditas perbankan.
Di tengah persaingan industri perbankan yang semakin kompetitif, program loyalitas menjadi salah satu strategi utama untuk mempertahankan dana pihak ketiga.
Meningkatnya ancaman kejahatan daring seperti phishing, social engineering, dan serangan siber lainnya mendorong perusahaan perbankan untuk terus memperkuat sistem keamanannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved