Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM rangka memperkuat layanan dan bisnis logistik milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) atau BGR Logistics, melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan PT Pos Indonesia (Persero) dan PT Pos Logistik Indonesia yang berisikan pemanfaatan potensi masing-masing pihak.
Nota kesepahaman tersebut ditandatangani langsung oleh Direktur Utama BGR Logistics M Kuncoro Wibowo dengan Direktur Utama Pos Indonesia (Persero) Gilarsi Wahju Setijono, dan Direktur PT Pos Logistik Indonesia Yuzon Erman, serta disaksikan oleh Deputi Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN, Wahyu Kuncoro di kantor Kementerian BUMN.
Direktur Utama BGR Logistics M Kuncoro Wibowo menjelaskan, ppenandatanganan nota kesepahaman itu merupakan bentuk sinergi BUMN dalam rangka optimalisasi jasa dan layanan logistik secara bersama-sama.
Baca juga : Perkuat Ekosistem Logistik, BGR Logostocs Gandeng PT. PTP
Hal ini didasari upaya BGR Logistics yang tengah mengembangkan bisnis retail berbasis aplikasi untuk limbah elektronik rumah tangga atau yang akan disebut aplikasi Barang Bekas Elektronik Rumah Tangga (Babel).
“Dengan jaringan Pos Indonesia yang memiliki kantor perwakilan hingga di area kota, tentunya akan menjadi potensi jika adanya kerjasama antara BGR Logistics dengan Pos Indonesia yang dapat berperan menjadi pick up pool nantinya,” terang Kuncoro dalam keterangan tertulisnya.
Dengan sinergi ini, BGR Logistics dan Pos Indonesia juga dapat menjalankan kerjasama pendayagunaan aset seperti pengembangan Pusat Logistik Berikat (PLB) oleh Pos Indonesia di kawasan milik BGR Logistics.
Dari sisi IT, BGR Logistics dan Pos Logistik dapat saling melakukan transfer pengetahuan terkait Warehouse Management System (WMS) yang dimiliki agar dapat dikembangkan lebih baik lagi kedepannya untuk menunjang kegiatan bisnis logistik masing-masing perusahaan.
“Selain itu, BGR Logistics dengan Pos Indonesia dan Pos Logistik dapat juga melakukan kerjasama penanganan pekerjaan logistic secara bersama-sama untuk berbagai komoditas dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) agar senantiasa dapat meningkatkan nilai tambah bagi masing-masing perusahaan,” tandasnya. (RO/OL-7)
Selain digitalisasi, IPC TPK mulai merancang konsep Hub & Spoke pada terminal-terminal yang dikelola.
Peningkatan volume ini didorong oleh pembukaan layanan baru, baik reguler maupun adhoc, yang memperkuat konektivitas perdagangan.
Klaim sejumlah pejabat tinggi negara bahwa kondisi pascabanjir di Sumatra, tampaknya belum sepenuhnya sejalan dengan realitas di lapangan.
Langkah ekspansi ini dilakukan untuk merespons peran strategis Jawa Timur yang kian melesat sebagai salah satu pusat perdagangan internasional di Indonesia.
Direktur Utama SPJM, Tubagus Patrick, menegaskan bahwa seluruh lini layanan perusahaan telah disiagakan untuk memastikan kelancaran operasional pelabuhan.
IPC Terminal Peti Kemas (IPC TPK) terus mencatatkan tren positif kinerja operasional menjelang akhir tahun 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved