Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Eksekutif Indef, Tauhid Ahmad, mengatakan kunci untuk keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah atau middle income trap ialah dengan menggenjot investasi.
"Kuncinya ialah investasi yang besar dari swasta dan masyarakat harus tumbuh dua digit. Kalau mengandalkan belanja pemerintah melalui APBN, berat," kata Tauhid kepada Media Indonesia, kemarin.
Investasi yang harus digenjot, sambungnya, ialah investasi pada industri yang memiliki nilai tambah tinggi dan berorientasi ekspor. Dalam menggenjot investasi, imbuhnya, pemerintah perlu membenahi pelayanan perizinan, terutama terkait dengan tata ruang dan pertanahan agar lebih cepat, murah, dan mudah.
Selain itu, kata Tauhid, pemerintah perlu memberikan insentif fiskal secara khusus bagi UMKM. Pasalnya, fasilitas deduction tax yang diberikan saat ini hanya menguntungkan usaha besar yang mempunyai kapital.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan pertumbuhan ekonomi pada semester I 2019 diprediksi berada di angka 5,1%. Adapun untuk semester II 2019, ia memproyeksikan pertumbuhan di level 5,2%
"Kita lihat realisasi semester I dari sisi asumsi makro growth di 5,1%. Ini masih estimasi karena BPS (Badan Pusat Statistik) baru akan mengeluarkan (rilis) pada Agustus. Untuk semester II-2019 growth realisasi diperkirakan di 5,2%," jelas Menkeu pada rapat Badan Anggaran DPR di Jakarta, kemarin.
Sri Mulyani mengungkapkan angka pertumbuhan ekonomi lebih rendah daripada asumsi ekonomi makro yang dipatok di angka 5,3% itu masih menjadi tantangan bagi Indonesia untuk keluar dari jebakan middle income trap. Pasalnya, untuk keluar dari level tersebut, menurut Sri, Indonesia harus mencapai pertumbuhan ekonomi ke angka 6%.
"Tantangan utama pembangunan Indonsia ialah keluar dari jebakan middle income trap," ujarnya.
Ia menambahkan, turunnya proyeksi pertumbuhan ekonomi tersebut merupakan faktor dari perekonomian global yang sedang tak menentu, khususnya perang dagang antara AS dan Tiongkok.
Ia juga menyatakan realisasi defisit APBN 2019 hingga 30 Juni 2019 mencapai Rp135,75 triliun atau 0,84% dari PDB. Angka itu lebih tinggi daripada defisit anggaran periode yang sama di 2018 yakni Rp110,56 triliun atau 0,75% PDB. "Total defisit sampai semester I ialah Rp135,8 triliun, lebih besar jika dibandingkan dengan defisit semester I tahun lalu Rp110,6 triliun." (Nur/Ata/X-6)
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, penerima atau awardee beasiswa LPDP harus menghormati Indonesia dan rakyat Indonesia. I
Kemenkeu ungkap 44 alumni LPDP belum kembali ke RI. Menkeu Purbaya tegaskan sanksi berat berupa pengembalian dana plus bunga hingga blacklist permanen.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, dana untuk pembelian kapal yang ada di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejatinya memang belum dicairkan
Purbaya menegaskan Juda Agung memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni untuk melanjutkan sejumlah agenda strategis.
(Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melantik 27 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (pejabat Eselon II) di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di Jakarta pada Rabu (28/1).
Penyidik mendalami peran konsultan dalam menjembatani komunikasi wajib pajak dengan petugas.
UBS menggelar UBS OneASEAN Summit untuk ke-14 kalinya dengan menghadirkan lebih dari 850 investor institusional, pembuat kebijakan, serta pemimpin industri dari berbagai negara.
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
Gubernur BI Perry Warjiyo proyeksikan pertumbuhan ekonomi RI triwulan I 2026 tetap kuat di tengah tantangan global. Simak faktor pendorong dan analisisnya.
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan langkah pemerintah dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5% sekaligus mempercepat pembangunan konektivitas.
Pelajari cara menghitung pertumbuhan ekonomi suatu negara dengan rumus PDB riil. Panduan lengkap beserta indikator dan contoh penghitungan mudah.
Transisi menuju ekonomi sirkular dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan yang inklusif, meningkatkan daya saing nasional, serta membantu pencapaian target Net Zero Emissions 2060.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved